SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pj Gubernur Banten Al Muktabar menggugah kebersamaaan Bupati dan Walikota di Banten yang masih enggan memindahkan rekening umum kas daerah (RKUD) pemerintah daerahnya dari Bank bjb ke PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk atau Bank Banten.
Padahal, Al menegaskan bahwa bank plat merah milik Pemprov Banten itu sudah sehat.
“Kita sedang mengikhtiarkan dan mengupayakan (agar pemerintah kabupaten/kota pindahkan RKUD ke Bank Banten-red). Nanti kita lihat perkembangan. Imbauan saya, ini (Bank Banten-red) adalah entiti dan semangat ke-Bantenan kita,” tegas Al kepada wartawan saat ditemui di gedung Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Senin, 22 April 2024.
Diketahui, Menteri Dalam Negeri RI Tito M Karnavian melayangkan surat kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota di Banten terkait penempatan RKUD di Bank Banten.
Dalam surat itu, Mendagri meminta Pj Gubernur untuk memfasilitasi penempatan RKUD pemerintah kabupaten/kota ke Bank Banten.
Kata dia, bank dilihat dari performanya. Ia mengklaim performa Bank Banten sudah baik, di antaranya sudah mulai mendapatkan untung, instrumen kelembagaannya, m-banking, ATM bersama, layanan yang meningkat, bahkan di jumlah-jumlah tertentu melayani on the spot ke nasabahnya.
Selain itu, Bank Banten juga melakukan kesesuaian kepemilikan modal. Bank Banten sudah melakukan kelompok usaha bank (KUb) dengan Bank Jatim untuk mengatasi kesulitan kalau terjadi dalam rangka akses permodalan utama.
“Regulasi semua terpenuhi. Saya ingin gugah kebersamaan,” tegasnya.
Al menerangkan, saat terbentuknya Bank Banten pada 2016 lalu, eks Bank Pundi itu sudah menerapkan sistem perusahaan terbuka (Tbk).
Diketahui, Tbk yakni perusahaan yang menerima modal dari siapa pun sebanyak-banyaknya. Masyarakat dapat menanamkan modalnya di perusahaan Tbk dengan perdagangan saham yang tersedia di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Jadi kalau itu problemnya, kita siapkan itu,” tandasnya.
Namun, menurut pria yang masih menjabat sebagai Sekda Banten definitif ini, Tbk juga punya nilai positif dalam rangka mendapatkan akses permodalan publik.
“Kan penting juga. Tapi kita selalu siap dalam kondisi yang berkembang. Saya ulang Bank Banten dalam kondisi yang bagus, yang baik. Perlu dukungan bersama. Ini milik Banten. Entiti Banten. Kita miliki mata uang sendiri,” tegas Al.
Reporter : Rostinah
Editor: Aas Arbi











