SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah daerah di Provinsi Banten masuk kedalam daerah rawan bencana tsunami, seperti Kabupaten Lebak, Pandeglang, Tanggerang, Serang dan juga Kota Cilegon.
Mitigasi bencana dipandang perlu guna menghindari potensi korban jiwa maupun meminimalisir dampak kerusakan akibat bencana tsunami itu, salah satunya dengan alat peringatan dini Early Warning System (EWS) bencana tsunami.
Alat yang berfungsi untuk membunyikan sirine ini perlu dikenali oleh warga, khususnya di daerah yang rawan terkena dampak bencana ini.
Kepala Pelaksana BPBD Banten Nana Suryana mengatakan, alat ini hanya akan berfungsi jika terdapat suatu gempa bumi yang berpotensi menyebabkan tsunami. Sejauh ini, di Banten terdapat lima alat sirine yang berfungsi.
“Perlu diperhatikan, jika sirine ini berbunyi maka warga harus segera melakukan evakuasi ketempat yang jauh dari bibir pantai. Sebab alat ini berfungsi untuk mendeteksi dan memberikan peringatan jika terjadi suatu gempa yang berpotensi menyebabkan tsunami,” ujar Kalak BPBD Banten Nana Suryana, Minggu 28 April 2024.
Nana mengakui bahwa alat pendeteksi ini jauh dari cukup, sebab masih terdapat beberapa daerah yang belum terpasangi alat ini. Namun, pihaknya terus melakukan sosialisasi kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Di samping peringatan melalui teknologi ini, perhatikan juga kearifan lokal sekitar, seperti ciri-ciri tertentu, misalnya air surut dan kemudian yang lebih penting lagi kekuatan dari gempa itu sendiri yang sangat berpengaruh terhadap terjadinya tsunami,” jelasnya.
Selain itu, dia juga mendorong peran aktif dari masyarakat sekitar untuk saling memperingatkan jika terjadinya bencana.
“Apabila terjadi kendala pada kelistrikan dan sebagainya maka diharapkan alat lain yang sifatnya tradisional ini harus diaktifkan. Seperti pentongan atau Toa masjid dan sebagainya. Ya informasi-informasi pluit atau simbol-simbol tertentu yang dipahami oleh masyarakat nah ini harus diaktifkan,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











