PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pandeglang melaporkan adanya kuota program transmigrasi dari Pemerintah Pusat pada tahun 2024 ini. Kuota yang tersedia disebut hanya mendapatkan 1 Kepala Keluarga (KK).
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja pada Disnakertrans Pandeglang, Agus Suryana, mengungkapkan bahwa peminatnya untuk mengikuti program transmigrasi cukup banyak, tetapi tak sebanding dengan jumlah kuota yang terbilang sangat minim tersebut.
“Transmigrasi tahun 2023 kemarin itu hanya mendapatkan dua KK yang bersangkat ke Aceh, nah tahun 2024 ini barang kali hanya mendapatkan satu KK dan menurun terus kuotanya dari Pemerintah Pusat sementara peminatnya banyak,” ungkapnya, Selasa, 30 April 2024.
Ketika ditanya mengapa bisa terjadi penurunan, Agus Suryana menyampaikan, kuota yang tersedia menurun dikarenakan mungkin kaitan dengan aturan dari Pemerintah Pusat dan menyesuaikan anggaran yang tersedia sehingga tak bisa memenuhi kuota yang lebih.
Agus Suryana mengatakan, pada tahun sebelumnya selalu mengalokasikan kuota lebih dari lima KK.
Program transmigrasi, menurut Agus Surana, memang masih menjadi primadona bagi warga miskin Pandeglang yang ingin meningkatkan taraf hidupnya. Terbukti dengan banyaknya yang menanyakan kaitan transmigrasi tersebut.
“Sampai sekarang pun warga di Pandeglang banyak yang menanyakan terus kaitan dengan transmigrasi itu,” ucapnya.
Lanjutnya, satu KK sudah mengajukan minatnya untuk mengikuti program transmigrasi yang diberikan dari Pemerintah Pusat tersebut, untuk lokus tujuan penempatannya belum diketahui apakah kembali di Aceh lagi atau ke wilayah lain, masih menunggu dari Pemerintah Pusat.
Disnaker menyampaikan hak dan kewajiban sebagai warga transmigrasi, termasuk fasilitas yang diberikan seperti tanah seluas dua hektare.
“Mereka disana sudah disiapkan rumah, listrik, selain itu juga untuk anak sekolah juga sudah disediakan. Jadi para transmigran tinggal mengolah bercocok tanam di lahan yang sudah disiapkan juga memberikan bantuan peralatan pertanian. Disnaker Pandeglang hanya sebagai fasilitator saja karena ini program pusat,” ujarnya.
Ia menambahkan, nantinya setelah peserta telah transmigrasi di wilayah tersebut, kedepannya peserta bisa berkembang dengan sendirinya yang telah diberikan dari program transmigrasi itu.
“Mereka bisa berkembang sendiri dari apa yang telah diberikan segala fasilitasnya untuk para peserta. Sehingga taraf ekonomi mereka bisa lebih meningkat dari hasil yang dilakukan, untuk tindak lanjutnya menunggu arahan dari pusat,” tandasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











