PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Cagar Budaya water toren di Pusat Ibukota Kabupaten Pandeglang kini mendapatkan perawatan dari Pemkab Pandeglang. Bangunan bersejarah era Belanda yang berdiri sejak tahun 1848 ini sempat dinilai kumuh oleh masyarakat sekitar.
Dari pantauan RADARBANTEN.CO.ID, terlihat perubahan signifikan pada bangunan water toren yang sebelumnya ditumbuhi tumbuhan liar. Kini, bangunan bersejarah tersebut telah menjalani proses pemeliharaan dan terlihat bersih, jauh dari kesan kumuh yang sebelumnya melekat pada bangunan tersebut.
Seorang pejalan kaki yang melintas water toren, Ibnu mengatakan, bangunan sejarah ini sudah terlihat bersih tidak terlihat kumuh seperti sebelumnya. “Sekarang kelihatannya udah bersih enak dilihatnya. Ya harusnya gitu dong karena water toren banyak historis sejarah yang harus dikenang,” katanya, Senin 13 Mei 2024.
Ia mengatakan, ke depannya perawatan yang lebih baik lagi sangat diperlukan. Seperti memasang lampu hias untuk menambah kesan eksotis di tengah Kota Pandeglang.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Heryana, menyampaikan ucapan terima kasih atas kritik dan masukan yang diberikan oleh masyarakat terkait pemeliharaan bangunan water toren tersebut.
“Kami sudah membersihkannya. Meskipun anggaran untuk pemeliharaan terbatas, namun kami secara rutin melakukan pembersihan, termasuk membersihkan sampah dan rumput yang tumbuh di sekitar bangunan water toren,” katanya.
Menurutnya, kesadaran akan pentingnya melestarikan cagar budaya ini tidak hanya terletak pada Pemkab Pandeglang, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat secara bersama-sama.
“Jika hanya mengandalkan pemerintah saja, tentu kita akan mengalami keterbatasan baik dalam personel maupun anggaran. Namun, hal ini tidak berarti pemerintah melepaskan tanggung jawab. Kami dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pandeglang akan tetap berupaya dalam pemeliharaan dan pelestarian, tetapi koreksi maupun masukan masyarakat itu sangat baik sekali,” tuturnya.
Ia menegaskan, keinginan pihaknya untuk melibatkan kaum muda dalam upaya pelestarian bangunan bersejarah di Kabupaten Pandeglang.
“Dalam hal ini baik itu generasi muda ataupun siapapun itu punya kepedulian terhadap bangunan bersejarah ini, dan harapan kami ini bukan lah yang pertama tetapi semuanya ayok kita lestarikan kita pelihara cagar budaya di Kabupaten Pandeglang ini,” jelasnya.
Pihaknya berkomitmen untuk kedepannya bangunan bersejarah itu akan dipelihara atau dibersihkan secara rutin dua bulan sekali agar terlihat bersih.
“Iya insyaallah biasanya kita setelah rumputnya agak tinggi dan kelihatan kita bersihkan agar tidak terlalu kumuh,” ujarnya.











