SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten terus berupaya dalam meningkatkan mitigasi bencana di lingkungan masyarakat. Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas Desa Tangguh Bencana (Destana).
Peningkatan kapasitas ini dilakukan melalui program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) yang diinisiasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Pelaksana BPBD Banten, Nana Suryana mengatakan, program IDRIP ini dilakukan dengan melibatkan 24 Destana yang tersebar di empat kabupaten dan kota di Banten.
Mereka mendapatkan beberapa pelatihan dari tenaga profesional seperti manajemen dapur umum, teknik resque, dan juga pengendalian operasi alias Pusdalops.
“Pada program dari BNPB ini kami ingin meningkatkan kapasitas dari Destana dengan memberikan pelatihan yang mereka belum dapatkan sebelumnya seperti manajemen dapur umur, resque hingga Pusdalops,” kata Nana di Kantor BPBD Banten, Kota Serang, Selasa 12 Mei 2024.
Nana mengatakan, ketiga pelatihan itu sangatlah penting sebagai ilmu dasar jika suatu saat terjadi bencana.
Ia berharap, ilmu yang didapatkan pada pelatihan ini dapat disebarluaskan kepada kelompok masyarakat lainnya.
“Kita harap apa yang teman-teman dapatkan pada pelatihan ini dapat ditularkan kepada kelompok masyarakat lain, agar tingkat pengetahuan masyarakat mengenai mitigasi bencana dapat meningkat, sehingga kita bisa mencegah adanya korban jiwa atau mengurangi dampak kerusakan saat terjadinya bencana,” kata Nana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Banten, Asep Mulya Hidayat menambahkan, program IDRIP ini digelar selama empat hari dengan melibatkan enam kelompok Destana setiap harinya.
“Ini hari kedua dan nanti akan sampai hari Kamis. Kemarin Pandeglang, sekarang Kabupaten Lebak, besok Kabupaten Serang, dan terakhir Kota Cilegon. Daerah ini ada daerah yang terdampak tsunami, jadi diharapkan desa-desa ini bisa menjadi tangguh ketika bencana datang,” tambahnya.
Pria yang akrab disapa Haji Roker ini juga berharap para peserta pelatihan dapat menyebarluaskan ilmu mitigasi atau penanggulangan bencana yang mereka dapatkan hari ini.
“Kita harap akan adanya peran aktif dari masyarakat sendiri untuk penanganan atau penanggulangan, karena berdasarkan penelitian bahwa yang selamat dari bencana itu kebanyakan adalah karena pengetahuan dan kemampuan diri sendiri,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











