TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Wahidin Halim (WH) menyampaikan kegusarannya menyikapi Pilkada Banten. Ia mengaku semakin tidak berniat mengikuti kontestasi Pilkada Banten setelah melihat perkembangan politik akhir-akhir ini.
WH mengaku saat ini mulai mempertimbangkan banyak hal untuk benar-benar serius maju sebagai calon Gubernur Banten. Menurutnya, ia lebih memilih menjadi anggota DPR RI terpilih dan dilantik jika aturan mengharuskannya mundur untuk maju di Pilkada Banten.
“Ketimbang saya harus mundur sebagai anggota DPR RI, pilihan saya dari awal lebih nyaman menjadi anggota DPR RI,” ungkap WH, Senin 13 Mei 2024, malam.
Menurut WH, biaya Pilkada Banten semakin hari juga kian mahal, tidak seimbang dengan insentif dan gaji yang diterima nantinya sebagai Gubernur Banten.
“Jadi bagi yang belum menjadi Gubernur, saya kasih tahu, biaya calon Gubernur mahal, tapi gajinya tidak seberapa. Kewenangan-kewenangan Gubernur juga sudah dicopoti, ditarik ke atas, baca Omnibus Law,” jelas WH.
Lebih lanjut WH menyampaikan tugas sebagai Gubernur Banten juga sangat memberatkan jika berhadapan dengan kasus korupsi yang sudah mengakar di Banten.
“Capek berantas korupsinya, itu sudah berakar. Jadi kalau kita mau menjadi pemimpin yang jujur, itu bukan tempat yang enak (sebagai Gubernur Banten-red). Tapi bagi orang yang mau berspekulasi, mau berdagang, mau menyalahkan wewenang, dia mau modalin besar,” ujar WH.
WH menegaskan tidak akan berspekulasi meski nanti aturan memperbolehkan dirinya maju di Pilkada Banten tanpa harus mundur sebagai anggota DPR RI. Kendati demikian, saat ini ia juga sedang melihat hasil survey yang terus berkembang.
Ia akan memperhatikan apakah masyarakat Banten dominan sebagai pemilih yang pragmatis atau masih mengedepankan prinsip memilih pemimpin yang jujur dan amanah, ketimbang mencari uang lima tahunan.
“Tapi saya juga ingin tahu. Kan lagi disurvey dulu, Apakah sudah terjadi pragmatisme yang semakin mengakar, transaksional yang sudah menjadi budaya. Jadi kita harus realistis dan mengedepankan rasionalitas. Jangan sampai kita nanti kehilangan uang dan kehilangan harga diri, karena menjadi Gubernurpun jangan harap uang itu kembali,” tandasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Aditya










