SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, menargetkan juara umum ajang Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2024.
Hal tersebut disampaikan oleh Camat Pamarayan, Siti Komariah, saat pelaksanaan sosialisasi LKBA Kabupaten Serang 2024.
Pada hari keempat pelaksanaan sosialisasi LKBA Kabupaten Serang 2024, Rabu, 29 Mei 2024, ada tiga kecamatan yang menjadi lokasi sosialisasi. Yakni, Kecamatan Pamarayan, Kecamatan Bandung, dan Kecamatan Cikeusal.
Siti Komariah mengatakan, pihaknya meminta agar seluruh desa yang ada di Kecamatan Pamarayan dapat mengikuti kegiatan LKBA Kabupaten Serang 2024.
“Di Kecamatan Pamarayan kita sudah biasa mengikuti ya dari 10 desa yang ada di Kecamatan Pamarayan,” katanya.
Ia mengaku, jika ada salah satu desa yang sangat potensial di Kecamatan Pamarayan lantaran setiap tahunnya selalu meraih juara pada even LKBA yakni Desa Sangiang. Menurutnya, desa tersebut memiliki potensi yang besar baik dari segi ekonomi maupun infrastruktur.
Selain satu desa tersebut, pihaknya menargetkan agar 10 desa yang ada di Kecamatan Pamarayan dapat mengikuti LKBA dengan maksimal sehingga nantinya dapat meraih gelar juara.
“Semoga lebih giat lagi dari tahu-tahun kemarin karena kita kan pernah meraih gelar juara. Jangan sampai, dari 10 desa ini tidak ada yang meraih gelar juara,” pungkasnya.
Sementara itu Penggerak Swadaya Masyarakat Muda DPMD Kabupaten Serang, Achmad Suhendar mengatakan, melalui program LKBA 2024 ini, pihaknya berharap agar seluruh desa yang ada di Kabupaten Serang, khususnya Pamarayan mampu menumbuhkan kesadaran masyatakat untuk menjaga lingkungan.
“Kita mendiskusikan banyak hal, bagaimana kesadaran masyarakat untuk silaturahmi dengan tetangga maupun menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.
Ia menegaskan dalam upaya menjaga lingkungan, ada tiga pokok yang tentunya harus ditanamkan dan dibudayakan di tengah-tengah masyarakat yakni reuse, reduce, dan recycle. Hal itu tentunya bisa mulai ditanamkan melalui prorgram LKBA 2024.
“Sehingga ketika mereka melihat sampah tidak hanya melihat seonggok yang tidak berguna, tapi bagaimana masyarakat nantinya bisa mengurangi sejak dari rumah, menggunakan ulang hingga memanfaatkan kembali. Sehingga sampah ini bisa berkurang,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











