CILEGON-DPRD Kota Cilegon memanggil PT Dover Chemical pasca adanya ledakan di Plant B perusahaan tersebut pada Minggu, 2 Juni 2024, sekira pukul 22.30 WIB.
Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Faturohmi mengatakan, pemanggilan ini sebagai upaya menjembatani masyarakat khususnya di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol sebagai wilayah dengan radius terdekat dari perusahaan.
“Berdasarkan pembahasan tadi, intinya ini peristiwa yang terus berulang, tentu kejadian ini jangan anggap sepele karena ini persoalan cukup meresahkan masyarakat,” katanya saat ditemui di DPRD Cilegon, Rabu 5 Juni 2024.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada internal PT Dover Chemical untuk memperketat soal mitigasi dan perlunya langkah-langkah preventif yang dilakukan perusahaan. Hal itu penting dilakukan lantaran seringnya terjadi ledakan di perusahaan tersebut.
“Saya anggap sejauh ini saya lihat mitigasinya belum baik, karena pada saat kejadian tidak adanya alarm atau sirine, tanda peringatan terhadap masyarakat atau lingkungan sekitar pabrik,” katanya.
“Ditambah, komunikasi perusahaan dengan pemerintah setempat juga tidak maksimal, sehingga masyarakat banyak bertanya-tanya apa bahaya atau tidaknya. Makanya tadi, mereka mau berkomitmen agar tidak terjadi hal serupa kedepannya,” tambahnya.
Terkait dampak ledakan itu, dirinya menyerahkan ke dinas terkait dalam hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Ini masih diperdalam DLH, apakah kemudian akan ditindaklanjuti dalam upaya penegakan hukum atau tidak, kami hanya merekomendasi agar ada upaya perbaikan dalam operasional perusahaan terutama menyangkut produksi,” ujarnya.
Sementara itu, Legal & Corporate Affair Manager PT Dover Chemical Dade Suparna menyampaikan permohonan maaf atas atas insiden ledakan yang terjadi di PT Dover Chemical.
“Kejadian itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB pada Minggu 2 Juni kemarin. Bermula dari mulainya proses produksi formalin secara normal di Plant B yang tiba-tiba menimbulkan pressure tinggi sehingga menyebabkan pecahnya rupture disc sebagai safety yang berfungsi serupa dengan safety valve. Hal ini menyebabkan terjadinya pelepasan tekanan yang menimbulkan bunyi namun tidak ada dampak terhadap lingkungan baik berupa bau maupun api serta tidak ada korban baik karyawan maupun dari masyarakat sekitar,” terangnya.
Atas kejadian itu, kata dia, pihak perusahaan akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab insiden dan tindakan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang lagi dikemudian hari.
Pada pemanggilan di DPRD Cilegon tersebut, dirinya mencoba mengklarifikasi terkait ledakan yang terjadi pada Minggu 2 Juni 2024.
“Ledakan itu sebenarnya merupakan sistem safety di kita. Karena di proses itu adalah dari proses reaktor kemudian diatas nya ada yang namanya water disk itu adalah fungsinya sama dengan safety mode. Jadi ketika ada tekanan di bawah reaktor maka akan mencari yang titik lemah, titik lemahnya itu water disk nya pecah,” katanya.
“Jadi jika water disk nya pecah berarti aman karena tidak akan berdampak kepada lingkungan sekitar tidak ada kerusakan apapun kecuali water disk,” imbuhnya. (ADV)











