TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten menargetkan nilai transaksi mencapai Rp13 miliar pada kegiatan Karya Kreatif Banten (KKB) dan Digiwara Fun Fest 2024.
Kegiatan KKB dan Digiwara Fun Fest 2024 diselenggarakan di Bintaro Jaya Xchange Mall, Tangerang Selatan selama lima hari sejak Rabu-Minggu (5-9/6).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung serta Pj Gubernur Banten Al Muktabar dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Ameriza M Moesa. Hadir juga pada kesempatan itu anggota Komisi XI DPR RI Marinus Gea.
Acara dimeriahkan dengan Heritage Fashion Show Wastra Banten dan penampilan bintang tamu Jaz Hayat. Kegiatan ini juga menghadirkan 85 UMKM dari delapan kabupaten/kota yang ada di Provinsi Banten.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Ameriza M Moesa mengatakan, kegiatan KKB dan Digiwara Fun Fest 2024 ditargetkan menghasilkan transaksi mencapai Rp13 miliar, baik itu penjualan pada 85 tenant UMKM yang terdiri dari beragam produk, mulai dari panganan, fashion, hingga kopi yang menjadi unggulan.
“Target transaksi itu harapannya bisa tercapai Rp13 miliar, baik dari sisi UMKM maupun matching bisnis. Misalnya ada komitmen membeli produk itu juga masuk hitungan,” ujar Ameriza.
Ia menjelaskan, kegiatan KKB dan Digiwara Fun Fest 2024 merupakan kolaborasi antara BI Banten bersama Pemprov Banten, dan sejumlah pemerintah daerah untuk mendukung gerakan bangga buatan Indonesia serta gerakan bangga berwisata di Indonesia.
“Jadi, harapannya, dengan terselenggaranya acara ini kita dapat mendukung perekonomian Banten, khususnya melalui pemberdayaan UMKM di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata,” terangnya.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga untuk mendorong UMKM di wilayah Banten agar bisa naik kelas khususnya dalam hal digitalisasi, baik dari sisi pasar maupun peningkatan kualitas produk. Sehingga, ke depan produknya dapat merambah hingga tingkat nasional dan ekspor ke luar negeri.
“Kalau sudah bisa ekspor, itu artinya sudah tingkat tertinggi atau level dewa. Karena untuk mencapai hal tersebut membutuhkan proses yang sangat ketat,” tuturnya.
Menurut Ameriza, produk lokal Indonesia cukup diminati di pasar Eropa, terutama produk makanan dan minuman, khususnya kopi yang saat ini sudah mulai diekspor ke luar negeri.
Meskipun dari Provinsi Banten belum melakukan ekspor hingga ke pasar nasional, tetapi ke depan akan difokuskan untuk melakukan perbaikan serta edukasi.
“Karena produk makanan dan minuman, apalagi kopi Indonesia itu sudah cukup dikenal di pasar Eropa,” ungkapnya.
Kata dia, kegiatan KKB dan Digiwara Fun Fest bukan hanya sekedar agenda rutin tahunan atau hajat baik dari BI Banten maupun pemerintah di daerah. Melainkan, bermanfaat bagi pelaku UMKM yang saat ini tercatat sekitar 500 UMKM binaan Bank Indonesia Banten.
“Ini bermanfaat bagi UMKM, dan ada pencapaian bukan hanya outcame tapi juga income, itu dari sisi perekonomiannya,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Banten Haryo Kartiko Pamungkas mengatakan, dari total 500 UMKM yang mendaftar untuk ikut serta dalam KKB 2024 hanya terdapat sekitar 85 UMKM yang lolos berdasarkan akurasi yang dilakukan oleh lembaga independen.
“Dari sekitar 500 UMKM yang telah mendaftar dari seluruh Provinsi Banten, kami akurasi hingga mencapai sekitar 85 yang lolos untuk mengikuti kegiatan ini,” tuturnya.
Editor : Aas Arbi











