LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID– Sebanyak 43 unit rumah di Kabupaten Lebak dalam kondisi rumah tidak layak huni (RTLH).
Dengan anggaran keuangan yang terbatas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak masih kesulitan mengentaskan RTLH di daerah yang dipimpin Penjabat (Pj) Bupati Iwan Kurniawan ini.
Setiap tahunnnya Pemkab Lebak hanya mampu menangggarkan perbaikan atau pembangunan RTLH antara 100 sampai 200 unit saja.
Seperti halnya tahun 2024 ini, hanya 150 RTLH di Kabupaten Lebak mendapat rehab program bantuan RTLH.
“Ya, Pemkab Lebak melalui APBD tahun 2024 menganggarkan sekira Rp 3 miliar untuk rehab 150 RTLH. Masing-masing RTLH penerima bantuan mendapat bantuan stimulan Rp 20 juta,” kata Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Lebak Lingga Segara, Senin 10 Juni 2024.
Minimnya anggaran untuk pengentasan RTLH, kata Lingga mengingat anggaran yang dimiliki Pemkab Lebak terbatas sehingga mesti terbagi dengan program-program prioritas lainnya.
“Walaupun terbatas anggaranya, namun Pemkab Lebak tetap berkomitmen memperbaiki RTLH,” kata mantan camat Malingping ini.
Dia mengatakan, penangan RTLH menjadi salah satu strategi Pemkab Lebak di tahun 2024 untuk meningkatkan kualitas hidup warganya. Meski demikian, kata Lingga pengentasan RTLH membutuhkan peran serta dari seluruh pihak mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pihak swasta.
“Untuk pihak perusahaan yang ada di Lebak dan Banten sejauh ini mau berkontribusi untuk ikut membangun rumah masyarakat kurang mampu di Lebak, seperti halnya Gapensi Lebak dan mantan bupati Pak Mulyadi Jayabaya yang juga setiap tahun merenovasi RTLH,” katanya.
Terpisah Ketua DPRD Lebak M Agil Zukfikar mengatakan, DPRD Lebak akan terus mengawal pengentasan RTLH di Kabupaten Lebak. Karena itu, setiap tahunnya pihaknya terus mendukung anggarkan penanganan RTLH.
“Memang anggarannya terbatas, jadi belum mampu banyak-banyak. Tentunya, yang mendapat bantuan RTLH ini harus benar-benar tepat sasaran. Karenanya, pendataan penerima manfaat bantuan RTLH lebih dimaksimalkan lagi keakuratannya,” kata politisi Gerindra ini.
Reporter: nurabidin











