CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Bidang Pemberdayaan Masyarakat melakukan edukasi kepada puluhan kader Posyandu se-Kota Cilegon, Selasa 11 Juni 2024.
Kegiatan yang diselenggarakan di aula Dinkes Kota Cilegon itu, para kader Posyandu diminta gencar melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat. Hal itu dilakukan mengingat terus meningkatnya kasus DBD di Kota Cilegon, untuk itu perlunya pelopor gerakan hidup sehat di masyarakat.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Dinkes Kota Cilegon, Rully Kusumawardhani menjelaskan, edukasi PHBS di tatanan rumah tangga sangat penting dilakukan, karena dapat mempengaruhi derajat kesehatan di masyarakat.
Dengan gerakan PHBS tentu dapat mengantisipasi dan mencegah timbulnya penyakit atau wabah. Seperti, jentik nyamuk yang menjadi penyebab kasus demam berdarah.
“Kasus DBD akhir-akhir ini tren-nya meningkat dan diprediksi juga Juli Agustus DBD itu terus naik. Makanya, harus kita waspadai. Agar supaya jangan sampai jatuh korban jiwa dan turun kasusnya para kader harus aktif mengedukasi masyarakat dari rumah ke rumah,” katanya di sela sosialisasi, Selasa 11 Juni 2024.
“Dan saya juga minta agar para kader mengedukasi masyarakat dengan 3M yakni menguras bak mandi, mengubur barang bekas, dan menutup penampungan air di rumah. Selain itu, Gotong royong bersih-bersih lingkungan juga harus tetap jalan, kami harap kader jadi promotor,” sambungnya.
Pada kesempatan itu, Rully juga mengimbau kepada warga untuk aktif meminta obat abate kepada Puskesmas, hak itu upaya mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk di toren penampungan air yang bisa dilakukan tiap tiga bulan sekali.
“Makanya warga harus berhati-hati, harus rajin membersihkan barang-barang yang sekiranya jadi timbulnya jentik nyamuk berkembang. Misalnya, pada penampungan air AC, dispenser, kulkas, dan lainnya. Untuk yang penampungan besar bisa diberikan abate gratis dari Puskesmas yang bisa diberikan setiap tiga bulan. Itu gratis sudah disiapkan Puskesmas,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Cilegon Hany Seviatry mengatakan, meski kader sudah sering di edukasi, namun untuk terus meningkatkan kapasitas edukasi itu terus dilakukan. Sehingga para kader lebih mahir lagi dan bisa dengan mudah menyampaikan ke masyarakat.
“Jadi meski kita tahu para kader ini rata-rata sudah lebih dari tujuh tahun dan sudah sering mengikuti pembinaan baik di Puskesmas atau di mana pun. Edukasi ini kita harapkan kader lebih paham lagi dan bisa lebih menjelaskan kepada masyarakat tentang manfaat PHBS di kehidupan sehari-hari,” tukasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











