PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang Nasir menanggapi soal petani cabai gagal panen akibat dihantui penyakit hama lalat buah di Kampung Pasir Peuteuy, Desa Pasir Peuteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.
Menurut Nasir bahwa tentunya ini perlu adanya perhatian dari tim di lapangan untuk mendampingi para petani agar memberikan tutorial guna mengantisipasi terserang hama lalat buah.
“Ini kan salah satu hama yang perlu dibasmi dihindari sehingga profitas cabai ini bisa meningkat, tentu kreativitas dari petani juga apalagi tanaman cabai ini kan tanaman ekonomis terus biayanya besar kalau tidak diantisipasi,” ungkap Nasir, Selasa 11 Juni 2024.
Dikatakannya, jika dilihat dari beberapa tempat seperti menerapkan pola media botol bekas ada kasa hal ini untuk menghindari terserang hama lalat buah tersebut.
“Ya kalau di beberapa tanaman yah pasti antisipasinya seperti itu, kalaupun petani tidak memahami berati harus berkonsultasi ke BPP ataupun ke petugas POPT yang ada di kecamatan,” katanya.
Ia menjelaskan, terserang hama lalat buah ini tentunya karena ada beberapa faktor, yang paling rentan kurang maksimalnya perawatan. Alhasil produksi panen pun tidak memuaskan.
Ia mengakui terkait hama ini kerap terjadi menghantui para petani ketika musim panen tiba, hal itu tergantung kondisi lingkungan.
“Nah ini saya kira perlu memahami perlu belajar lagi, nanti insyaallah saya akan menyampaikan ke petugas untuk bisa mendampingi sehingga semangatnya petani terus ada,” ujarnya.
Terserangnya hama, kata Nasir bisa juga dari bibit yang ditanam oleh masyarakat masuk kategori bibit unggul atau tidak, mulai dari cara penanaman hingga pengolahan hal itu bisa berpengaruh.
“Petani juga bisa belajar secara otodidak seperti di media sosial YouTube tempat-tempat lainnya, saya berharap petugas kita bisa hadir untuk mengamati mengidentifikasi dan memberikan solusi sehingga kedepan bisa terhindar dari hama tersebut,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, malang tak bisa ditolak, untung tak bisa diraih, peribahasa ini menggambarkan kondisi para petani cabai di Pandeglang gagal panen karena tanaman cabai terserang penyakit dan hama.
Salah satunya yang dirasakan petani cabai di Kampung Pasir Peuteuy, Desa Pasir Peuteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, yang seharusnya panen banyak. Namun kini tak bisa membuahkan panen melimpah lantaran rusak dan membusuk diserang oleh hama lalat buah. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











