SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni apresiasi program penanggulangan stunting yang dilakukan Pemprov Banten. Namun, ia berharap pengetahuan masyarakat Banten terkait stunting juga baik.
“Saya tadi Googling saja, stunting itu apa sih. Dalam Bahasa Inggris, stunting itu pengkerdilan ditambah ing proses, berarti proses pengkerdilan. Yang namanya proses itu bisa dicegah dan alhamdulillah Provinsi Banten melalui Pj Gubernur dengan membentuk TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting-red),” ujar Andra saat pencanangan Gerakan Serentak Cegah dan Tanggulangi Stunting (Gertak Cetting) di Kota Serang, Selasa, 11 Juni 2024.
Ia yakin sekali apabila untuk mengaspal jalan saja, Pemprov Banten bisa ke ujung daerah yang tidak ada penduduknya apalagi cuma mengantar makan bergizi. “Saya mengapresiasi apa yang dilakukan ini dan saya meyakini bahwa dalam upaya ini kita akan berhasil mengatasi stunting,” tuturnya.
Namun, ia memberikan beberapa saran. Pertama, terkait dengan literasi pengetahuan masyarakat tentang stunting. “Warga Banten ada di 1.553 desa dan kelurahan, 155 kecamatan, penduduk kita 12 juta sampai yang terhubung di Cibaliung, Ujung Kulon, dan sebagainya perlu kita memberi sebuah semangat dengan kewenangan Pak Gubernur punya. Tolong jangan sampai masih ada wilayah kita yang masih blankspot ya,” tegasnya.
Apalagi, kata dia, Provinsi Banten tidak jauh dari Jakarta. Banten harus berbangga hati sebagai penyangga ibukota. Namun, masih ada blankspot. “Masih ada beberapa blankspot. Artinya kita harus berupaya memfokuskan diri juga ke sana supaya informasi-informasi, baik untuk petani, baik untuk kader posyandu, baik untuk pak camatnya, pak lurahnya, pak kadesnya, pak jaronya. Sehingga upaya-upaya yang sedang diupayakan ini hasilnya bisa maksimal tapi sekali lagi saya mengapresiasi,” ujar Andra. (*)
Editor: Bayu Mulyana










