SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Budayawan sekaligus pemerhati masyarakat adat Baduy, Uday Suhada menyayangkan beredarnya
surat dukungan yang mencatut nama masyarakat adat Baduy dan kasepuhan adat lainnya di Kabupaten Lebak untuk mendukung salah satu calon legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Banten 1 (Pandeglang-Lebak).
Uday mengatakan, masyarakat adat tidak boleh diperjualbelikan atau diseret demi kepentingan politik praktis.
“Jangan jadikan masyarakat adat di Lebak sebagai obyek untuk kepentingan politik praktis, apalagi dengan cara membuat kebohongan publik,” kata Uday, Sabtu, 15 Juni 2024.
Surat itu, menurut Uday, diduga palsu. Sebab, beberapa tokoh adat mengakui tidak tau menahu perihal surat tersebut. Untuk itu, Uday dengan tegas meminta agar pembuat surat segera menghadap dan meminta maaf kepada para tetua adat di empat Kaolotan yang tertuang tanda tangannya di atas materai tersebut.
“Sudah beberapa kali oknum yang melakukan hal semacam ini. Maka dari itu, saya minta mereka segera menghadap dan meminta maaf kepada para tetua adat di 4 Kaolotan itu,” ujarnya.
Jika benar terjadi pemalsuan tanda tangan, maka kata Uday, hal ini patut dibawa ke ranah hukum karena sudah masuk delik pidana.
“Iya. Indikasinya sangat kuat, salah satunya bantahan dari Olot Jajang sebagai Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Banten Kidul sekaligus keluarga besar Kaolotan Citorek yang secara terbuka membantah tanda tangan tersebut. Itu pintu masuk ke delik pidana,” ujarnya.
“Dengan demikian pihak pembuat surat palsu itu juga bermaksud melakukan penipuan kepada Ketum DPP PDIP. Karenanya selayaknya aparat kepolisian segera mengambil langkah hukum dan mengusut siapa aktor intelektualnya,” tambahnya.
Menurut Direktur Eksekutif Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP) ini, pihak lembaga adat Baduy juga membantah tanda tangan tersebut. “Jaro Saija juga membantah turut menandatangani surat pernyataan tersebut. Jadi jelas ini adalah kebohongan publik. Maka aparat Kepolisian sudah selayaknya mengambil tindakan. Sebab jika tidak, akan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat adat, terutama di empat Kaolotan tersebut”, pungkas Uday.
Editor : Merwanda











