PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang menyebutkan bahwa penjualan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah melesu dibandingkan tahun lalu.
Kepala BPS Kabupaten Pandeglang Achmad Widijanto, mengungkapkan kegiatan keagamaan seperti Hari Raya Idul Adha juga berperan dalam perputaran ekonomi. Menurutnya, momentum ini sangat dinantikan oleh para peternak hewan kurban.
“Para peternak kambing dan sapi sangat menggantungkan harapan pada Hari Raya Idul Adha, yang hanya terjadi setahun sekali. Namun, fenomena di lapangan tahun ini sepertinya agak lesu,” ungkapnya saat diwawancarai Radar Banten di kantor BPS Pandeglang, Selasa 18 Juni 2024.
Penjualan hewan kurban, baik sapi maupun kambing, mengalami kelesuan tahun ini. Achmad Widijanto menjelaskan Indikatornya, banyak pedagang hewan kurban masih memiliki stok yang melimpah di lapak dan area ternak mereka.
Ia menyampaikan, stok hewan kurban tahun 2024 mengalami penurunan. Berdasarkan survei di lapangan, masih banyak stok yang tersisa meskipun minat masyarakat untuk melaksanakan kurban cukup tinggi.
“Iya, informasi yang kami terima dari para pedagang memang menunjukkan penurunan tahun ini. Di beberapa tempat, tidak hanya di Pandeglang saja, stok masih banyak tersedia,” ucapnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi dalam konteks daya beli hewan kurban tidak hanya dilihat dari kemampuan finansial saja, melainkan juga dari aspek keimanan masyarakat.
“Banyak juga yang secara ekonomi sederhana atau kurang, tetapi semangatnya tinggi untuk berkurban. Sebaliknya, ada yang secara finansial mampu tapi tidak berkurban. Dua hal ini yang harus kita tumbuhkan,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aas Arbi











