SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Serang menanggapi soal adanya selisih data yang ada di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dengan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Ketua Bawaslu Kabupaten Serang, Furqon mengaku merasa heran kenapa ada selisih yang cukup besar dan data DP4 justru lebih sedikit dari DPT saat Pemilu 2024 lalu.
“Kalau DPT kemarin itu lebih banyak sedangkan DP4 itu lebih sedikit, jangan-jangan ini DPT yang kemarin itu banyak orang yang sudah meninggal tapi belum disortir, sehingga di DP4 ini sudah di sortir. Kalau cara pandang saya ga logis sih, DPT yang waktu pemilu itu lebih banyak dari DP4 sekarang, karena DP4 dikeluarkan dari Mendagri,” jelasnya.
Namun demikian, pihaknya mengaku tidak dapat berasumsi lebih jauh dan tentunya masih menunggu hasil dari penelitian yang akan dilaksanakan selama satu bulan ke depan.
“Untuk finalisasi DPT untuk Pilkada nya kan nanti hasil pencoklitan yang dilakukan oleh PPDP di bawah. Pasti ada perubahan nanti dari hasil pencoklitan,” tegasnya.
Lebih lanjut pihaknya pun meminta kepada PKD untuk melakukan pengawasan yang maksimal pada saat pelaksanaan pencoklitan, agar nantinya semua masyarakat yang memiliki hak pilih, bisa masuk ke dalam DPT Pilkada 2024.
“PKD ini sudah ada alat kerjanya. Hari ini merupakan hari pertama tahapan pencoklitan, saya instruksikan ke PKD untuk memastikan teman-teman PPDP bekerja sesuai prosedur, tidak ada yang joki dan yang bekerja diatas meja. Selain itu memastikan data yang valid sehingga permasalahan selisih data ini bisa terjawab,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya jika pada DPT Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) ada sebanyak 1.226.201. Sementara, pada data DP4 saat ini berjumlah 1.210.568. Dimana jumlah DPT 2024 lebih sedikit dibandingkan dengan data DP4. Bahkan terdapat selisih data sebanyak sebanyak 15.633. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aditya











