SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, Brigjen Pol Rohmad Nursahid, mengungkapkan, tahun 2024 ini, pihaknya berhasil mengungkap peredaran gelap 21,359 kilogram sabu-sabu di Tangerang dan tiga kilogram ganja.
Untuk rehabilitasi korban narkotika, kini di Kepolisian dan Kejaksaan dikembangkan Restorative Justice (RJ) bagi pengguna, barang bukti dibawa, tidak terkait dengan jaringan.
“Ketika diperiksa positif yang bersangkutan bisa mendapat RJ dan direhabilitasi,” ujarnya usai mengikuti Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2024 secara virtual di kantor BNN Republik Indonesia Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu, 26 Juni 2024.
Puncak HANI 2024 tingkat nasional sendiri dilaksanakan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Sementara itu, lanjut Rohmad, apabila masih ringan, maka dapat rehabilitasi rawat jalan di BNN Provinsi Banten.
“Kalau sudah berat dikirim ke Balai Rehabilitasi BNN di Lido, Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Banten, Al Muktabar mengatakan, upaya menanggulangi dan memerangi narkotika sebagai bagian dari mempersiapkan generasi muda yang unggul dan tangguh.
“Bersama menangani hingga tingkat individu dan rumah tangga,” ujarnya.
Kata dia, Hari Anti Narkotika Internasional 2024 harus diperingati, karena Presiden RI Joko Widodo mengatakan hal itu sesuatu yang kedaruratannya luar biasa.
“Sehingga ini menjadi momen agenda kita bersama untuk kita terus tiadakan dan menanggulangi serta perang terhadap narkotika ini. Mudah-mudahan langkah-langkah seperti ini bagian dari upaya kita mempersiapkan generasi muda yang unggul dan tangguh yang akan membawa Provinsi Banten dan Indonesia ke depan,” tegasnya.
Ia mengatakan, upaya menanggulangi dan memerangi narkotika harus dilakukan semua pihak bersama-sama. Penanganan dilakukan sampai ke tingkat individu dan rumah tangga.
“Sehingga itu akan menjadi basis ketahanan kita dalam mengantisipasi hal-hal yang terkait dengan narkotika ini,” ujar Al.
Menurutnya, Provinsi Banten merupakan wilayah atau daerah yang letaknya strategis dengan segala aspek bidang transportasinya.
Hal itu menjadikan Provinsi Banten memiliki tantangan yang besar terkait narkotika, mulai dari keberadaan Bandara Soekarno-Hatta, kawasan industri yang cukup luas, sebagai penghubung atau lintasan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, hingga garis pantai Provinsi Banten yang panjang.
“Dalam rangka itu, instrumen-instrumen kenegaraan mempersiapkan langkah antisipasinya. Termasuk BNN Provinsi Banten, Kepolisian Daerah, serta TNI. Pemerintah Daerah juga terus mendorong agenda dalam rangka antisipasi dan pencegahan narkotika,” pungkas Al.
Dalam sambutannya, Presiden RI Joko Widodo mengajak semua pihak untuk memerangi penyalahgunaan narkotika.
“Kita harus perangi kejahatan narkotika sampai ke akar-akarnya. Kita harus melindungi generasi muda,” tegasnya.
Jokowi mengajak semua pihak untuk memperkuat ketahanan keluarga. Tujuannya, untuk mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini sejak dari keluarga.
“Sehingga Indonesia Emas 2045 yang bertumpu pada generasi muda yang produktif bisa kita capai,” ujar Jokowi.
Sementara itu, Kepala BNN, Komjen Pol Martinus Hukom mengatakan, HANI 2024 merupakan momen keprihatinan terhadap penyalahgunaan narkotika, juga momen kontemplasi dan introspeksi.
“Pencegahan narkotika membutuhkan kesungguhan hati, pemikiran dan konsistensi,” ujarnya.
Dijelaskan, HANI 2024 tingkat nasional mengambil tema ‘Masyarakat Bersama Melawan Narkotika Menuju Indonesia Bersinar’ yang bertujuan mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergerak melawan narkotika.
Ia pun mengungkapkan, penyalahgunaan narkoba dunia diperkiraan mencapai 296 juta orang. Di Indonesia, penyalahgunaan narkotika diperkirakan mencapai 3,33 juta orang. (*)
Editor: Agus Priwandono











