SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pengamat politik menilai Partai Golkar memiliki modal yang cukup besar dalam menghadapi kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten. Modal itu berupa kekuatan para kadernya yang merata di tiap Kabupaten dan Kota di Banten.
Seperti yang diketahui, pada kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) kemarin Golkar berhasil menjadi partai pemenang di Provinsi Banten dengan mendapati suara terbanyak menyalip Gerindra dan PDIP.
Bahkan, kemenangan juga merata dengan diperolehnya kursi pimpinan DPRD hampir di tiap Kabupaten dan Kota di Banten.
Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Ahmad Sururi mengatakan, modal itu sudah cukup, terlebih Golkar juga punya incumbent dan kader yang akan dimajukan sebagai Bakal Calon Bupati atau Walikota di Banten.
Seperti, Andika Hazrumy di Kabupaten Serang, Benyamin di Kota Tangsel, Mad Romli di Kabupaten Tangerang, Fitron di Pandeglang, Robinsar dan Isro di Cilegon, Sachrudin di Kota Tangerang dan Ratu Ria di Kota Serang.
“Golkar merupkan partai yang punya track recod atau pengamalan yang teruji pada konteks Pilkada,” kata Sururi, Rabu 3 Juli 2024.
Pada Pilkada Banten ini, Golkar akan menghadapi Koalisi Banten Maju (KBM) yang dipelopori oleh Gerindra bersamaan dengan enam partai lain, head to head antara Golkar dan Gerindra itu diprediksi akan berlangsung sengit.
Sebab, keduanya memiliki kader yang dimajukan sebagai calon kepala daerah baik itu di tingkat Provinsi maupun Kabupaten dan Kota di Banten.
“Dengan adanya KBM ini membuat Golkar semakin waspada, semakin hati-hati. Yang tadinya di atas angin, kini mendapatkan lawan yang seimbang. Sehingga jika terjadi head to head antara Golkar dengan Gerindra atau KBM maka itu akan jadi pertarungan yang sengit,” katanya.
Meski mendapatkan lawan yang seimbang, Sururi menduga bahwa saat ini Golkar tengah menyiapkan strategi yang akan berada di luar dugaan semua orang.
“Cara dan strategi Golkar itu di luar dugaan, bisa tiba tiba membuat satu gagasan atau terobosan yang bisa membuat pengaruh besar dengan Pilkada kabupaten dan kota,” ungkapnya.
Tentang koalisi, Sururi pun berpendapat bahwa Golkar yang dalam hal ini mengusung Airin Racmi Diany sebagai Bakal Calon Gubernur Banten harus lah memilih wakil dari koalisi yang dapat menutupi titik kelemahan-kelemahannya.
“Mungkin bisa dengan PDIP dengan Ade Sumardi sebagai Wakilnya yang mengisi wilayah selatan, ataupun dengan Demokrat. Cuma di balik, Airin fokus di selatan, Arief di Tangerang Raya,” pungkas Dosen Untirta ini. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











