LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak menutup sementara Museum Multatuli pasca banjir yang merendam wilayah Kota Rangkasbitung, pada 4 Juli 2024.
Berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, banjir yang terjadi karena tersumbatnya drainase yang ada di wilayah Museum Multatuli dan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak.
Kepala Disbudpar Lebak Imam Rismahayadin menyebutkan saat ini ditutup karena sedang ada perawatan koleksi terlebih dahulu. Menurutnya kondisi museum ditutup total untuk perawatan pasca banjir.
“Hari ini museum ditutup dulu untuk konservasi koleksi dan juga pembersihan karena terkena dampak banjir kemarin sore,” kata Imam kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat 5 Juni 2024.
Ia menyampaikan, saat ini petugas di Museum Multatuli sedang gotong royong membersihkan museum anti kolonialisme pertama di Indonesia ini. “Dan sekarang kita giat jumsih di museum,” ujarnya.
Sementara itu, Nida warga Rangkasbitung menuturkan, saat terjadi banjir semua bagian ruangan di Museum Multatuli tergenang air.
“Banjir merendam semua wilayah Rangkasbitung, termasuk Museum Multatuli kondisi saat itu memang sangat parah karena sebelumnya belum pernah terjadi,” tuturnya.
Hal yang sama disampaikan, Nanda, warga lainnya. Kejadian banjir di Kantor Pemkab Lebak dan Alun-alun Rangkasbitung merupakan yang pertama karena sebelumnya tidak separah itu.
“Jadi sebelumnya belum pernah kejadian, ini paling parah kaya gini. Banjir juga merendam semua jalan hingga jalan sampai ditutup,” terangnya.
Reporter: Nurandi

