PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang kini fokus mengantisipasi kekeringan yang terjadi seiring dengan dimulainya musim kemarau sejak April.
Sebagaimana diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis informasi bahwa wilayah Banten telah memasuki musim kering, dengan kondisi ini, pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah antisipasi untuk mengurangi dampak dari kekeringan yang diprediksi akan berlangsung beberapa bulan ke depan.
Sekretaris BPBD-PK Pandeglang, Nana Mulyana mengatakan meskipun hujan masih turun akibat anomali cuaca, BPBD-PK Pandeglang tetap memprioritaskan langkah-langkah pencegahan untuk menghadapi potensi kekeringan.
“Jadi kami menindaklanjuti surat tersebut telah membuat surat yang diedarkan kepada setiap OPD dan kecamatan serta ke desa/kelurahan terkait antisipasi kesiapsiagaan,” ungkapnya, Jumat 5 Juli 2024.
Dikatakannya, untuk mengantisipasi dampak kekeringan BPBD-PK Pandeglang telah mempersiapkan langkah strategis.
Lanjutnya, melihat kejadian tahun lalu di mana tercatat 26 dari 35 kecamatan di Kabupaten Pandeglang mengalami kekeringan, maka oleh karena itu pemakaian air harus diantisipasi.
“Kita harus bisa menampung air, jadi pemakaiannya jangan boros. Yang lebih khawatir adalah pembukaan lahan dengan pembakaran, itu jangan dilakukan karena bisa terjadi kebakaran,” katanya.
Ia menjelaskan, sebagai langkah mitigasi, BPBD-PK Pandeglang telah membuat pamflet informasi yang bisa diakses oleh masyarakat melalui media sosial resminya tersebut.
“Semua unsur di sini sudah dihimbau terkait perubahan musim kemarau atau kekeringan ini,” ujarnya.
Nana menyebut pihaknya telah memetakan wilayah yang berisiko tinggi terhadap kekeringan dan melakukan berbagai langkah antisipasi, seperti menampung air melalui waduk, bendungan, dan embung selama musim hujan.
“Saya kemarin melihat bahwa kita punya peta wilayah yang rawan bencana. Di Pandeglang, bencana mulai dari curah hujan tinggi hingga kekeringan. Intinya, kita harus antisipasi dan semua masyarakat harus bisa memahami itu,” ujarnya.
Nana Mulyana berharap masyarakat Pandeglang bisa mandiri dalam menghadapi bencana, mengingat keterbatasan personel serta sarana dan prasarana yang dimiliki BPBD-PK Pandeglang.
“Kami di BPBD memiliki keterbatasan jumlah personel dan sarana prasarana. Karena bencana tidak tahu kapan terjadinya, masyarakat harus bisa mandiri menghadapi berbagai tipe bencana alam,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia











