SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Wakil ketua DPRD Kabupaten Serang dari dapil 5 Imam Gozali meminta agar para pengusaha galian C yang ada di kawasan Bojonergara ataupun Puloampel melakukan penghijauan terhadap bukit-bukit yang ada di sekitar lokasi.
Hal itu menyusul banjir yang melanda kecamatan Puloampel pada Selasa 9 Juli 2024 dimana diduga diakibatkan karena kondisi bukit di wilayah tersebut yang sudah gundul akibat aktivitas industri yang terjadi di kawasan tersebut.
Imam mengaku merasa miris dengan kondisi bukit-bukit yang ada di kawasan Puloampel ataupun Bojonegara yang mana sangat gersang karena sudah tidak ada pepohonan dan terdapat banyak sekali galian.
“Banyak galian-galian C, seharusnya dilakukan penghijauan ulang, sedangkan itu kan cuman digali yang akhirnya hujan berapa jam saja sudah banjir,” katanya, Kamis 11 Juli 2024.
Ia mengatakan, pepohonan memiliki fungsi yang sangat dalam ekosistem, dimana mereka dapat menyerap air hujan yang turun sehingga dapat mengantisipasi terjadinya banjir.
“Harus ada kesadaran menanam pohon untuk penghijauan sebagai daya serap air hujan itu, kalau tidak ada penghijauan yah air pasti turun lagi ke jalan, walaupun drainase seperti apa bagusnya kan ga tertampung,” tegasnya.
Menurutnya, pihak perusahaan harus bertanggung jawab mengembalikan kondisi lingkungan di Kecamatan Puloampel agar tidak menimbulkan masalah lingkungan.
“Artinya jangan hanya digunduli udah di gali yang tadinya hijau, harus dikembalikan walaupun tidak seperti semula tapi tetap ada daya serap disitu,” terangnya.
Selain itu, ia juga mendesak agar pihak perusahaan juga mau ikut serta melakukan pembangunan jalan dan drainase di wilayah tersebut, sehingga banjir tidak kembali terjadi.
“CSR nya di tempuh yah kami ibaratnya membuka lahan pekerjaan, tapi harus memperhatikan warga sekitar. Dari awal pernah mengajukan sepanjang jalan pulau Ampel menuju Bojonegara tolong diberikan drainase yang bagus, karna tanpa drainase yang bagus jalan pasti bisa rusak, karena jalan itu dibawah kaki gunung, jadi air itu kan ke jalan,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











