CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon mengimbau untuk tidak adanya perpeloncoan selama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) kepada siswa baru, baik SD maupun SMP, tahun ajaran 2024/2025.
Hal itu disampaikan Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila usai Rapat Gabungan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2023 di aula Diskominfo Cilegon, Jumat 12 Juli 2024.
“Kita mengimbau kepada semua kepala-kepala sekolah terutama panitia MPLS untuk tidak melakukan perpeloncoan, karena itu pengenal lingkungan jadi harus diisi dengan kegiatan yang positif,” kata Heni.
Sebagaimana diketahui, pelaksanaan MPLS digelar secara serentak di seluruh sekolah SD, SMP se-Kota Cilegon pada 15 sampai 17 Juli 2024.
Untuk itu, Heni berharap, selama kegiatan MPLS berlangsung, kepada seluruh pihak sekolah untuk mengisi kegiatan dengan memberikan materi positif, dengan mendatangkan narasumber dari luar seperti dari Badan Narkotika Nasional (BNN), UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), atau instasi lainnya.
“Jadi kegiatannya harus diisi dengan materi-materi positif, untuk menghindari kekerasan, tawuran dan bahaya narkotika, termasuk bullying,” katanya.
Pada kesempatan itu, Heni menyebut, saat ini hampir semua sekolah sudah melakukan persiapan untuk proses pelaksanaan MPLS. Bahkan sejak kemarin hingga hari ini, kata dia, beberapa sekolah sudah melakukan pra MPLS.
“Insya Allah Senin sampe Rabu sudah dimulai di sekolah-sekolah dan Dindikbud akan memonitoring sesuai dengan juknis dan ketentuan, jadi tidak ada perpeloncoan,” tukasnya.
Terpisah, Kepala SMP Negeri 5 Kota Cilegon Ratnawati Hasibuan memastikan di SMP Negeri 5 Cilegon tidak ada kekerasan maupun perpeloncoan.
“MPLS itu ajang mendidik karakter anak-anak mengenal lingkungan sekolah, seperti perkenalan guru, perkenalan wilayah sekolah dan antara anak perkenalkan dengan anak. Jadi pastikan di kami tidak ada perpeloncoan,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu 14 Juli 2024.
Dirinya berharap, anak-anak peserta didik baru ketika masuk kegiatan belajar mengajar (KBM) mereka tidak kaku terhadap sejumlah kegiatan di lingkungan sekolah.
“Semua kita kenalkan, termasuk sejumlah ekstra kurikuler nanti, sehingga anak-anak nanti sudah bisa menyesuaikan diri di sekolah untuk mengikuti KBM maupun kegiatan-kegiatan lainnya,” tukasnya. (*)
Reporter: Raju
Editor: Aas Arbi











