• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Kabupaten Serang

Ibu Hamil yang Meninggal di Padarincang Miliki Tekanan Darah Tinggi

Ahmad Rizal Ramdhani by Ahmad Rizal Ramdhani
Minggu, 14 Juli 2024 14:44
in Kabupaten Serang
Ibu Hamil yang Meninggal di Padarincang Miliki Tekanan Darah Tinggi

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Kasus ibu hamil yang meninggal dunia terjadi di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.

Korban yang bernama Roheni, berusia 38 tahun, merupakan warga desa Barugbung, Kecamatan Padarincnag, Kabupaten Serang. Ia diketahui meninggal dunia di Puskesmas Padarincang setelah tidak sadarkan diri di rumahnya.

RelatedPosts

Walk Out Fraksi PDI Perjuangan DPRD Serang

Soal Walk Out saat Rapat Paripurna, Ini Kata Politisi PDI Perjuangan

Sabtu, 3 Oktober 2026 17:33
Satgas Pengawasan Tambang Kabupaten Serang

Pemkab Serang Bentuk Satgas untuk Awasi Aktivitas Tambang

Sabtu, 3 Oktober 2026 17:28
Pengisian Jabatan Pemkab Serang

Komisi I DPRD Kabupaten Serang Dorong Pengisian Jabatan Definitif

Sabtu, 3 Oktober 2026 16:13
Belanja Pegawai Kabupaten Serang

Masih di Atas Batas Maksimal, Belanja Pegawai Jadi PR Pemkab Serang

Sabtu, 3 Oktober 2026 16:08

Kepala Puskesmas Padarincang Suhada Hamsanikeda mengatakan, pada 22 Juni 2024, korban sempat datang ke Posyandu untuk memeriksakan kehamilannya. Saat diperiksa oleh bidan desa, korban diketahui memiliki tensi darah yang sangat tinggi yakni 160/100.

“Usia kehamilannya saat 22 Juni itu 32 minggu, dengan tensi darah 160/100. Bu bidan menyarankan pasiennya untuk ke Puskesmas, waktu itu pasien sempat menolak dengan alasan biaya. Setelah dibujuk korban akhirnya mau, dan diantar oleh bu bidan ke Puskesmas dengan menggunakan motor dibonceng bu bidannya,” katanya.

Setelah dilakukan penanganan, tensi darah korban kemudian sempat turun. Namun korban tetap diminta untuk datang ke rumah sakit dan memeriksakan kandungannya ke dokter spesialis.

“Korban ke Puskesmas, diobservasi diberi obat tekanan darah alhamdulillah membaik. Tapi tetap pasien diarahkan untuk ke rumah sakit untuk bertemu dokter, sudah diberi rujukan, tapi pasien sempat bingung karena alasan biaya dan saat itu suaminya lagi gak ada,” tegasnya.

Diketahui, saat ditanya oleh bidan, korban ternyata tidak datang ke rumah sakit karena terkendala masalah biaya. Korban juga diketahui tidak memiliki BPJS Kesehatan.

“Ditanya ke bu bidan ternyata pasien tidak ke rumah sakit besoknya di tanggal 23 Juni. Korban tidak punya BPJS, makanya beliau kebingungan masalah biaya. Termasuk saat dibawa ke Puskesmas kebingungan masalah biaya, saat itu kita gratiskan,” terangnya.

Diketahui, selain memiliki riwayat darah tinggi, kehamilan korban saat ini merupakan kehamilan yang keenam yang masuk dalam kategori risiko tinggi. “Kehamilan anak ke-6 melahirkan 5 kali belum pernah keguguran. Usia korban 38 tahun, udah risiko tinggi mulia dari usia, kehamilan yang keenam dan darah tinggi,” tegasnya.

Ia mengatakan, jika saat dibawa ke Puskesmas pada tanggal 12 Juli 2024 lalu, usia kandungan korban sudah matang. Saat itu pihaknya mendapatkan informasi dari kader jika korban sudah pingsan ketika ada dirumahnya.

“Jam 05.45 pasien datang ke puskesmas dalam kondisi tidak sadarkan diri, lalu dinyatakan meninggal,” terangnya.

Ia mengaku, di Kecamatan Padarincang, kurang lebih ada sekitar 25-30 persen ibu hamil yang masuk dalam kategori berisiko tinggi kehamilannya.

“Masih banyak ibu hamil yang berisiko tinggi, di 14 desa di Padarincang kita sudah ada bidan desanya, rata-rata data ibu hamil mulai dari usia, hamil ke berapanya, dan ada faktor penyerta, ada 25-30 persenan yang masuk kategori berisiko,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengimbau kepada masyarakat Padarincang, terutama ibu hamil untuk senantiasa memeriksakan kehamilannya, sehingga dapat terkontrol kehamilannya.

“Selain itu, kita harapkan warga punya identitas mulai dari KTP, KK jadi khawatir ada penyuluh saat kehamilan, dibawa ke rumah sakit ada KTP atau KK, lebih bagus lagi punya BPJS. Semua ibu hamil disarankan kontak dengan tenaga kesehatan. Kadang masih ada yang beranggapan karena belum kelihatan, jadi belum ketemu petugas kesehatan di awal kehamilan,” pungkasnya.

Diketahui, kasus meninggalnya ibu hamil di Kecamatan Padarincang merupakan kasus kedua di tahun ini. Sebelumnya ada ibu hamil warga Desa Bugel, dimana korban meninggal setelah tiga hari melahirkan. (*)

Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aas Arbi

Tags: AKBAKIdimas kesehatan kabupaten serangDinkes Kabupaten Serangibu hamil meninggalibu hamil meninggal duniakabupaten serangKecamatan PadarincangPemkab SerangPuskesmas Padarincang
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Dindikbud Cilegon Imbau Tidak Ada Perpeloncoan kepada Siswa Baru

Next Post

26 Kecamatan di Lebak Rawan Banjir dan Longsor

Next Post
26 Kecamatan di Lebak Rawan Banjir dan Longsor

26 Kecamatan di Lebak Rawan Banjir dan Longsor

Suyudi Ario Seto

Keluarga Besar Ibunda Suyudi Ario Seto Gelar Tasyakuran di Pandeglang

Kamis, 1 Oktober 2026 18:02
Kapolda Hengki

BREAKING NEWS! Kapolda Banten Diganti, Irjen Pol Hengki Jabat Kapolda Jawa Barat

Sabtu, 3 Oktober 2026 09:06
Suyudi Ario Seto gemar makan jojorong

Keluarga Komjen Suyudi Ungkap Kebiasaan Sang Jenderal Saat Berkunjung ke Rangkasbitung

Kamis, 1 Oktober 2026 14:25
Kapolda Banten Hendra Kurniawan

Kapolri Promosikan Brigjen Pol Hendra Kurniawan Sebagai Kapolda Banten

Sabtu, 3 Oktober 2026 11:43
Tol Serang-Panimbang

Wakil Bupati Pandeglang Nilai Pintu Tol Bojong Sebagai Pembuka Isolasi Ekonomi Banten Selatan

Jumat, 2 Oktober 2026 13:50
JLS Cilegon

Cegah Kecelakaan Berulang, Titik Putar Balik di JLS Cilegon Ditutup Permanen

Jumat, 2 Oktober 2026 16:50
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto Kapolri

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri, Keluarga Besar di Rangkasbitung Gelar Syukuran

Kamis, 1 Oktober 2026 16:09

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kapolri Suyudi Ario Seto

Kiprah Suyudi Berantas Kampung Narkoba hingga Tangkap Buron Internasional

by Fahmi
Sabtu, 3 Oktober 2026 17:58
0

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini kembali ke Markas Besar Polri setelah resmi dilantik sebagai Kapolri menggantikan...

Suyudi Ario Seto

Suyudi Jadi Kapolri, Rekam Jejak di BNN Ungkap Lebih dari 8 Ton Narkotika

by Fahmi
Sabtu, 3 Oktober 2026 17:54
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara,...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.