SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Adek Irma Suryani (38) dan putrinya, berinisial LA (16), ditusuk pada bagian perut oleh Noviana (34). Penusukan tersebut terjadi akibat korban menolak meminjamkan uang kepada pelaku.
Kapolsek Cikeusal AKP Surono mengatakan, kasus penganiyaan tersebut terjadi di Pinggir Jalan Raya Petir – Ciruas, Kampung Cicangkring, Desa Cimaung, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang pada Minggu 21 Juli 2024 lalu.
Kasus itu bermula saat pelaku bertemu dengan korban, Adek Irma Suryani, di Jalan Raya Petir. “Keduanya saling kenal. Ketika bertemu di jalan, mereka masih saling menyapa,” katanya, Senin, 22 Juli 2024.
Usai saling sapa tersebut, pelaku diakui Kapolsek, menemui korban di sebuah warung di Kampung Cicancing, Desa Cimauang, Kecamatan Cikeusal. Di sana, pelaku bermaksud meminjam uang kepada warga Kampung Cimaung Jalan, Desa Cimaung tersebut. “Korban menolak meminjamkan uang sambil memarahi pelaku,” ujarnya.
Tersinggung dengan ucapan tersebut, lelaki asal Kampung Pakem Jakan, Desa Petir, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang itu mengeluarkan pisau belati dan langsung menyerang korban, Adek Irma Suryani. “Pelaku ini membabi buta dengan menusuk perut bagian samping, dan punggung korban,” ungkapnya.
Saat pelaku menusuk Adek Irma Suryani, korban LA, berusaha menolong ibunya. Namun tindakan korban LA itu malah membuat pelaku semakin beringas. Pelaku pun kemudian menusukkan pisau belati tersebut ke bagian perut dan punggung LA. “Anak korban terkena tusukan di bagian perut dan punggung,” jelasnya.
Kapolsek mengungkapkan, aksi sadis pelaku tersebut terhenti setelah warga berdatangan ke lokasi. Pelaku yang panik, lantas melarikan diri. “Kedua korban ditolong oleh warga dan dibawa ke Puskesmas Petir. Saat ini, kedua korban sudah dirujuk ke rumah sakit,” katanya.
Usai kejadian tersebut, suami korban diakui kapolsek telah melaporkannya ke Polsek Cikeusal. Dari laporan itu, anggota Reskrim Polsek Cikeusal langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. “Pelaku saat ini telah diamankan dan dilakukan pemeriksaan,” tuturnya.
Reporter: Fahmi
Editor: Aas Arbi











