TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID-PT Tirta Amarta Nusa Karawaci siap memberikan klarifikasi terkait dugaan adanya temuan bakteri Escherichia coli (E.coli) pada air bersih warga Perumahan Green Aryana Karawaci.
Perwakilan PT Tirta Amarta Nusa Karawaci, Fauzi mengatakan, pimpinan Tirta Amarta Nusa Karawaci sedang menyiapkan waktu untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan adanya bakteri E.coli dalam pengelolaan air minum mereka.
“Nanti kita buat janji ketemu. Dari kantor pusat nanti yang menjelaskan,” ujar Fauzi ditemui salah satu kantor PT Tirta Amarta Nusa Karawaci, Ruko Golden Karawaci, No 7, Jalan Raya Binong, Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Rabu 24 Juli 2024.
Sebelumnya warga Perumahan Green Aryana Karawaci mengeluhkan tercemarnya air minum mereka yag diduga oleh bakteri Escherichia coli (E.coli).
Menurut Ketua RT 02 Perumahan Aryana Karawaci, Brillian Budi Riyanto, sumber air minum warga di perumahan ini dikelola oleh PT Tirta Amarta Nusa Karawaci.
Menurut Brillian, keluhan warga atas buruknya kualitas air diperumahan ini sudah disampaikan ke PT Tirta Amarta Nusa Karawaci sejak empat tahun lalu, namun sampai saat ini belum ada tanggapan dan upaya perbaikan dari pihak PT Tirta Amarta Karawaci.
“Kami sudah merasakan buruknya kualitas air sejak April 2021. Sudah banyak warga yang sakit diare dan warna air yang keruh menyebabkan pakaian warga menghitam. Perangkat lingkungan RT dan RW sudah mengajukan surat untuk meminta klarifikasi dan Informasi terkait keluhan masalah air kepada PT Tirta Amarta Karawaci, tapi tidak pernah ada tanggapan,” ujarnya, Selasa 23 Juli 2024.
Brillian mengatakan, warga juga telah mengirim surat somasi kepada PT Tirta Amarta Nusa Karawaci, mendesak diadakannya musyawarah guna mengetahui persoalan yang terjadi, namun pihak pengelola tidak menggubris.
Brillian mengatakan, warga yang sejak awal mencurigai jika air minum telah tercemar bakteri karena beberapa warga mulai terkena diare dan pakaian menjadi hitam, kemudian mencoba menguji sampel air ke laboratorium dan hasilnya, air minum warga tercemar bakteri E.coli.
“Pada tanggal 14 Desember 2023, kami melakukan pengujian air ke laboratorium dengan hasil terdapat bakteri E.coli dimana standarnya harusnya tidak ada,”
Menurut Brillian, perangkat lingkungan RT dan RW sudah bersurat kepada Ketua DPRD Kabupaten Tangerang untuk meminta diadakannya audiensi terkait masalah air yang tidak layak. “Kami ingin persoalan air ini segera diselesaikan sebab ini menyangkut keselamatan ribuan warga yang tiap hari meminum bakteri E.coli,” tandasnya. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi










