• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Pandeglang

Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan, Puskesmas Cikupa Sebut Penyebabnya

Moch. Madani Prasetia by Moch. Madani Prasetia
Kamis, 25 Juli 2024 14:05
in Pandeglang, Utama
0
Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan, Puskesmas Cikupa Sebut Penyebabnya
0
SHARES
124
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Puskesmas Cikupa, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, menyampaikan adanya kasus kematian bayi baru lahir dan ibu pasca persalinan pada tahun 2024.

Kepala Puskesmas Cikupa, Hasan Jaelani, menyatakan bahwa pada tahun 2024 ini terdapat satu kasus kematian bayi baru lahir dan satu kasus kematian ibu pasca persalinan. Penyebab utama kematian tersebut adalah lambatnya penanganan medis.

“Ada satu kematian bayi baru lahir dan satu kematian ibu pasca persalinan. Kematian terjadi di rumah sakit. Data ini tercatat dari Januari hingga Juli 2024,” ungkap Hasan Jaelani, Kamis, 25 Juli 2024.

Ketika ditanya apakah ada peningkatan kasus kematian bayi baru lahir atau ibu melahirkan, Hasan Jaelani menjelaskan bahwa tidak ada peningkatan kasus.

Menurutnya, faktor penyebabnya antara lain adalah lambatnya penanganan dan jarangnya ibu melakukan kontrol ke posyandu, sehingga risiko saat melahirkan tidak terdeteksi sebelumnya.

“Sebagai salah satu upaya deteksi, ibu hamil sebaiknya rutin memeriksakan kandungannya ke posyandu. Dengan begitu, risiko dapat diketahui sebelum melahirkan dan penanganannya dapat dipersiapkan dengan baik,” tuturnya.

Dia melanjutkan, untuk menekan angka kematian bayi dan ibu melahirkan, pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah Puskesmas Cikupa.

“Upaya kami termasuk mengadakan koordinasi dan pertemuan sosialisasi di tingkat puskesmas kecamatan. Kami juga mengundang para kader serta paraji (dukun beranak) karena mereka juga memiliki peran penting dalam hal ini,” paparnya.

Ia menjelaskan, risiko kematian ibu melahirkan tidak memandang usia, tetapi usia di atas 40 tahun memang lebih rentan.

“Usia tua, khususnya di atas 40 tahun, memang meningkatkan risiko. Namun, usia muda juga memiliki risiko tersendiri. Usia tua seringkali mengalami kondisi kesehatan yang lebih lemah, sehingga memerlukan perencanaan dan solusi yang lebih matang,” jelasnya.

Ia juga menyarankan agar masyarakat yang hendak memiliki anak, terutama ibu hamil, mendaftarkan diri pada BPJS Kesehatan. Hal ini penting karena risiko komplikasi kehamilan dapat memerlukan perawatan di rumah sakit yang biayanya bisa sangat tinggi. Dengan BPJS Kesehatan, biaya tersebut dapat ditanggulangi.

“Disarankan untuk memiliki BPJS Kesehatan, karena jika terjadi komplikasi, biaya perawatan di rumah sakit dapat ditanggung. Selain BPJS, ada juga program Jampersal yang bisa membantu, terutama bagi mereka yang belum terdaftar di BPJS. Namun, jika sudah terdaftar namun belum membayar iuran, klaim tidak bisa dilakukan melalui Jampersal,” paparnya.

Ia juga menekankan pentingnya ibu hamil untuk rajin memeriksakan kondisi janin melalui posyandu dan USG.

“Langkah konkret yang harus dilakukan adalah melakukan kontrol ke posyandu minimal lima kali dan menjalani pemeriksaan USG. Ini sangat penting untuk memantau risiko yang mungkin terjadi,” pungkasnya. (*)

Editor: Agus Priwandono

Tags: Bantenkabupaten pandeglangkasus kematian bayikematian bayi baru lahirkematian ibu melahirkanPandeglangpenangananPosyanduPuskesmas Cikuparisiko kehamilanSosialisasi
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Puluhan SD dan SMP Rusak Sedang, Pemkot Serang Belum Mampu Perbaiki

Next Post

Pemkot Cilegon Gandeng Stakeholder: Berembuk Turunkan Prevalensi Stunting

Next Post
Pemkot Cilegon Gandeng Stakeholder: Berembuk Turunkan Prevalensi Stunting

Pemkot Cilegon Gandeng Stakeholder: Berembuk Turunkan Prevalensi Stunting

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pemulasan Golok Ciomas, Tradisi Turun Temurun yang Berlangsung Selama 7 Generasi

by Ahmad Rizal Ramdhani
Selasa, 25 Agustus 2026 17:48
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Tradisi pemulasan golok Ciomas merupakan tradisi yang rutin dilaksanakan setiap memasuki tanggal 12 Robiul Awal atau bulan...

Operator Mekanik PT Platinum City Star Didakwa Melakukan Penggelapan Komponen Mesin

by Fahmi
Selasa, 25 Agustus 2026 17:45
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warsilo pria yang bekerja sebagai operator mekanik PT Platinum City Star (PCS) didakwa melakukan penggelapan sparepart tempatnya...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.