SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Stasiun BMKG Tangerang Suwardi menyebut ancaman gempa bumi megathrust yang dapat memicu tsunami Selat Sunda adalah benar adanya. Bahkan, dampak dari tsunami megathrust ini tidak hanya akan dirasakan wilayah Banten, namun juga hingga daerah Jawa Barat dan Jakarta.
Ia mengatakan, potensi gempa megathrust Selat Sunda ini diprekdiksi berkekuatan Magnitudo (M) 8,7. Gempa ini berdampak pada delapan Kabupaten dan Kota di Banten, juga daerah sekitaran Banten lainnya.
“Nah itu dampaknya bisa sampai ke seluruh Banten karena dampaknya dipicu oleh pergerakan tiga lempeng benua yaitu Indo- Australia, Eurasia, dan Pasifik juga dari Filipina. Jadi itu yang menjadi general penggeraknya di wilayah Banten, makanya dampak gempa bumi ini juga dapat dirasakan hingga Jawa Barat, Lampung dan Jakarta,” ujar Suwardi kepada Radar Banten, Kamis, 15 Agustus 2024.
Suwardi mengatakan, dari empat lempeng benua asia itu, terdapat seismic gap Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut. Yang mana, seismic gap ini tidak menunjukan aktivitas gempa besar dalam 30 tahun terakhir.
Hal ini pun membuat potensi gempa megathrust menjadi nyata, sebab jika kekuatan dari gap yang tidak beraktivitas ini tiba-tiba beraktivitas, maka akan mengeluarkan energi besar yang dapat memicu tsunami megathrust.
“Hasil pengamatan bahwa di lokasi gap itu l tidak ada kejadian gempa yang besar. Nah itu sudah lama sekali tidak muncul pelepasan energi, jadi sudah sekitar 250 tahunan. Ini ibaratnya kita nungguin, tapi itu ya mudah-mudahan itu tidak terjadi,” ucapnya.
Dikatakannya, terdapat dua wilayah yang menjadi perhatian jika terjadi gempa megathrust yakni Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Dua daerah itu menjadi daerah paling rawan karena berada di titik episentrum gempa bumi, sehingga akan merasakan dampak paling besar jika terjadi gempa megathrust.
“Tsunaminya itu kalau di kabupaten Pandeglang dan Lebak itu bisa 19 sampai 20 meter, itu skenario terburuknya. Kalau sampai ke wilayah-wilayah yang lain tentu bervariasi antara 3 sampai 15 meter tadi,” ungkapnya.
Lebih jauhnya, Suwandi menegaskan bahwa informasi mengenai gempa Megathrust ini bersifat potensi, bukan prediksi. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang, namun waspada.
“Informasi mengenai potensi Gempa Megathrust di Banten-Selat Sunda bukanlah prediksi atau peringatan dini, sehingga mohon agar tidak dimaknai secara keliru, seolah itu akan terjadi dalam waktu dekat,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











