CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPRD Kota Cilegon Fraksi Partai Gerindra, Faturohmi, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon segera menerjunkan tim menyusul dugaan insiden ledakan yang terjadi di PT Merak Chemical Indonesia (MCCI), Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, pada Senin 25 Mei 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, suara ledakan terdengar cukup keras dan beberapa menit kemudian aroma menyengat mulai tercium hingga ke Lingkungan Kagungan, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pekerja berupaya melakukan evakuasi mandiri sambil menggunakan masker yang disiapkan di area pabrik ditengah kepulan asap putih.
Faturohmi yang juga tinggal tidak jauh dari lokasi mengaku mendengar suara ledakan disertai sirine dari kawasan industri tersebut. Namun, ia belum mengetahui secara pasti penyebab kejadian itu.
“Kalau yang saya rasakan cuma ada ledakan kemudian sirine, secara persis kami tidak tahu,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya dari warga, muncul bau menyengat yang tercium hingga wilayah Kelurahan Gerem.
“Yang jelas warga sebagian konfirmasi itu dari PT MCCI, bau menyengat itu katanya di sekitar Kelurahan Gerem,” ujarnya.
Menurutnya, aroma yang tercium warga menyerupai bau ban terbakar dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
“Kaya ban kebakar,” ucapnya.
Atas kondisi tersebut, Faturohmi mengaku telah meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon agar segera melakukan langkah penanganan sesuai prosedur lingkungan yang berlaku.
“Saya juga tadi minta langsung ke Kepala Dinas LH supaya segera menerjunkan tim untuk melakukan tindakan sesuai prosedur lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, suara ledakan terdengar cukup keras hingga dapat didengar dari kediamannya yang berjarak sekitar 3 kilometer dari kawasan PT MCCI.
“Kenceng itu, saya lagi di rumah. Rumah saya ke MCCI itu sekitar 3 kilometer,” tuturnya.
Sementara hingga saat ini, pihak PT Merak Chemical Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan insiden tersebut.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi









