• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Pandeglang

Krisis Air Bersih, Warga di Pandeglang Rela Atur Jadwal Pengambilan Air

Moch. Madani Prasetia by Moch. Madani Prasetia
Selasa, 20 Agustus 2024 21:22
in Pandeglang
0
Krisis Air Bersih, Warga di Pandeglang Rela Atur Jadwal Pengambilan Air
0
SHARES
42
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID-Akibat kekeringan yang melanda, warga di Kampung Putat, Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang rela membuat jadwal bergiliran penggunaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. 

Warga terpaksa menggunakan air dari musala setempat, yang bersumber dari mata air Gunung Karang. Penggunaan air ini diatur dengan jadwal ketat karena pasokan yang terbatas.

Salah satu warga Kampung Putat, Desa Koranji, Rohayati mengungkapkan, ia mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di rumahnya. Dampak kemarau membuat air sangat sulit didapatkan, terutama bagi keluarga dengan memiliki anak kecil.

“Iya, susah sekali airnya, apalagi punya anak kecil. Buat minum saja susah. Tahun lalu saat kemarau juga sama seperti ini, tidak ada air,” ungkap Rohayati, Selasa, 20 Agustus 2024.

Untuk mengatasi krisis air bersih ini, Rohayati bersama warga lainnya terpaksa mengambil air dari musala di dekat rumahnya. Pengambilan air diatur secara bergiliran setiap jam per kepala keluarga (KK), dengan sumber air yang berasal dari mata air Gunung Karang. Namun, debit air dari gunung itu kini mulai menipis.

“Sudah hampir sebulan kami mengalami kesulitan air. Kami mengambil air dari mushola yang airnya berasal dari gunung, tapi sekarang sudah kecil. Karena airnya semakin sedikit, pengambilannya dijadwalkan per jam,” katanya.

Salah satu warga lainnya, Bahrudin mengungkapkan, hingga kini, belum ada bantuan air bersih yang diterima warga. Mereka masih mengandalkan air dari musala setempat yang diambil dari mata air Gunung Karang, meskipun debit air semakin menipis.

“Airnya dari mata air Gunung Karang, tapi sekarang cuma sedikit. Belum ada bantuan air yang datang,” ucapnya.

Karena kondisi ini, banyak warga yang terpaksa membeli air bersih, dengan biaya yang tidak sedikit. Bahrudin menyebutkan, satu tangki air dihargai Rp 350 ribu, dan hanya warga yang mampu yang bisa membelinya.

“Kadang kami harus beli air, mungkin semua warga juga begitu. Satu tangki harganya Rp 350 ribu, dan itu pun hanya bagi yang mampu. Kami berharap ada bantuan, entah itu air bor atau air bersih lainnya,” jelasnya.

Editor : Merwanda

Tags: BantenbmkgBPBDDesa Koranjikabupaten pandeglangKecamatan CadasariKekeringankekurangan airKemaraukrisis air bersihpenggunaan air bersih
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pasca Putusan MK, Partai Non Parlemen di Pandeglang Akan Mengusung Calon Bupati

Next Post

Sumber PAD dari Real Estate dan Konstruksi Akan Habis, Pemkot Tangsel Putar Akal Carikan Gantinya

Next Post
Sumber PAD dari Real Estate dan Konstruksi Akan Habis, Pemkot Tangsel Putar Akal Carikan Gantinya

Sumber PAD dari Real Estate dan Konstruksi Akan Habis, Pemkot Tangsel Putar Akal Carikan Gantinya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Hari Kedua Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masih Nihil

Hari Kedua Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masih Nihil

by Yusuf Permana
Rabu, 9 September 2026 21:37
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tim SAR Gabungan memperluas pencarian 5 jurnalis yang hilang kontak setelah berada di dalam speedboat di Perairan...

250 Personel Dikerahkan Cari Rombongan Jurnalis yang Hilang Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Ombak dan Angin Kencang Jadi Kendala Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang Saat Peliputan Erupsi Gunung Anak Krakatau 

by Fahmi
Rabu, 9 September 2026 21:28
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Pencarian rombongan jurnalis yang hilang saat peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau terkendala ombak dan angin kencang. Meski...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.