TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengungkap sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor real estate dan konstruksi lambat laun akan habis, sehingga sumber PAD di di sektor ini tak selamanya bisa menjadi tumpuan.
Menurut Benyamin, saat ini sektor real estate dan konstruksi masih menjadi penyumbang terbesar PAD Kota Tangsel dengan berdirinya perusahaan pengembang terbesar di Indoneia, seperti Sinar Mas Land dan Bintaro Jaya.
Namun, makin sempitnya lahan yang tersisa di Kota Tangsel, perlahan akan mempersempit ruang gerak usaha pengembang real estate di Kota Tangsel.
“Hingga pada akhirnya berimbas pada
menurunnya sumber utama PAD Kota Tangerang Selatan,” ujar Benyamin dalam Rapat Paripurna membahas Rancangan Peraturan Daerah APBD-Perubahan 2024, Selasa, 20 Agustus 2024.
Menurut Benyamin, Pemkot Tangsel mulai putar otak untuk mencari ganti sumber PAD jika dua sektor tersebut benar-benar sudah tidak bisa diandalkan.
Menurut Benyamin, salah satu upaya adalah dengan mengoptimalisasi PAD dari sektor usaha penyediaan akomodasi dan makan-minum, sektor usaha kesehatan, dan sektor usaha jasa lainnya.
“Kemudian menumbuhkembangkan ekonomi daerah melalui pembangunan infrastruktur ekonomi dan pelayanan perijinan satu pintu untuk menarik investasi yang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor-sektor unggulan yang belum optimal dikembangkan,” jelasnya.
“Upaya lainnya adalah dengan membentuk Tim PAD lintas sektor. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan kinerja pengelolaan PAD terutama antara OPD pengumpul, OPD penghasil, dan OPD di bidang perencanaan dan evaluasi,” tambahnya lagi.
Editor : Merwanda











