SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bakal calon Gubernur Banten dari Koalisi Banten Maju (KBM), Andra Soni, menanggapi perihal tingkat elektbilitasnya yang dipotret oleh beberapa lembaga survei.
Elektabilitas pasangan Andra-Dimyati masih kalah jauh dengan rivalnya, Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi.
Seperti hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Elektabilitas atau tingkat keterpilihan dari pasangan Andra-Dimyati jika head to head dengan Airin-Ade Sumardi, Andra-Dimyati ada di kisaran 12,2 persen, sedangkan Airin-Ade 73,7 persen.
Sementara, yang belum menentukan pilihan 14,1 persen.
Andra mengakui jika dalam beberapa hasil survei elektabilitasnya masih tertinggal dengan rivalnya itu. Namun, hasil survei itu bukan menjadi patokan.
“Di dunia ini nothing is impossible, enggak ada yang enggak mungkin. Saya berdiri di sini, bagi orang lain tidak mungkin, anak petani tidak punya apa-apa berdiri di sini,” kata Andra Soni, kemarin, 29 Agustus 2024.
Andra pun mencotohkan Pilkada DKI lalu, yang mana Joko Widodo (Jokowi) harus berhadapan dengan lawannya yang unggul jauh dalam survei. Padahal, akhirnya Jokowi lah yang keluar menjadi pemenang.
“Di Pilkada DKI Jakarta lalu, pak Jokowi memulai dengan angka survei yang rendah, tapi ide gagasan rekam jejaknya bisa diterima oleh masyarakat,” ucapnya.
Andra meyakini, pada kontestasi Pilkada Banten 2024, pemilih akan bijak dalam menentukan pilihannya dengan menilai visi misi juga gagasan dari bakal calon.
“Insya Allah, saya didukung, jadi saya punya keyakinan dan kemudian teman-teman kita maju dan bukan maju konyol, kita didukung oleh partai politik, kita didukung oleh kader dan kita punya keyakinan ide dan gagasan kita akan didukung oleh rakyat, tinggal bagaimana kita menjalankan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











