LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Narman. Warga Baduy ini berhasil membawa pulang medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 dalam olahraga Lari Ekshibisi Trail atau Lari Lintas Alam.
Pria yang akrab dipanggil Kang Narman ini berhasil mencatat waktu 46 menit 52 detik di lintasan lari yang terletak di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera utara.
Dengan waktu tersebut, Kang Narman berhasil finish di posisi pertama, mengalahkan atlet dari Sumatera Utara di posisi kedua dan Sulawesi Tengah di posisi ketiga.
Diungkapkan Narman, keberhasilannya tidak terlepas dari hobi lari yang dilakukan sejak tahun 2016. Sehingga, hobi tersebut mengantarkannya meraih prestasi di PON XXI Aceh-Sumut 2024.
“Meskipun dari Baduy, waktu itu tahun pertama (2016), hanya latihan sendiri. Boleh dibilang pelari biasa karena hobi,” kata Kang Narman kepada wartawan, Selasa, 17 September 2024.
Ia menyebutkan, lambat laun ketertarikannya terhadap olahraga lari mulai terlihat seiring berjalannya waktu latihan mandiri.
Dua tahun berselang, pada 2018 Kang Narman rajin mengikuti event-event perlombaan lari.
“Banyak road race tuh sering dapat juara satu, juara dua, juara tiga,” jelasnya.
Dengan prestasi tersebut, Kang Narman mulai mencoba semakin mendalami olahraga lari.
Pada tahun 2023, ia dihubungi oleh Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Provinsi Banten untuk mewakili Banten mengikuti kejuaraan tingkat nasional di Ciwidey, Jawa Barat. Dalam momen tersebut, Kang Narman berhasil meraih juara kedua.
Atas prestasinya, ia kemudian dipersiapkan menjadi perwakilan bagi Provinsi Banten di PON XXI Aceh-Sumut 2024.
“Saya sering latihan mandiri mulai di Baduy, Rangkasbitung atau paling sering di Gor Ona. Persiapan itu untuk PON 2024,” ujarnya.
Pada pelaksanaan PON, Cabang Olahraga Lari Trail memiliki empat kategori. Kang Narman, mewakili Banten dalam dua kategori.
Pada kategori Klasik, ia berhasil membawa medali emas.
“Bersyukur berhasil meraih emas di kategori Klasik ini yang memang lintasannya juga cukup menantang ada naik turun,” tandasnya.
Editor: Agus Priwandono











