SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Rencana relokasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres Cikeusal yang terdampak akibat proyek pembangunan tol Serang-Panimbang, masih belum mendapatkan kejelasan. Pihak sekolah mengaku belum mendapatkan informasi terkait progres rencana relokasi.
Diketahui, SDN Inpres Cikeusal berada di Jalan Raya Panosogan, Kampung Cikeusal Lor RT 09 RW 02, Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, tepat berada di samping pintu tol Cikeusal.
Kepala sekolah SDN Inpres Cikeusal, Jazaul Khair mengaku, belum mendapatkan kejelasan hingga saat ini mengenai progres relokasi SDN Inpres Cikeusal saat ini. Bahkan, tidak ada dari PPK jalan tol yang melaporkan mengenai hal tersebut.
“Terakhir ngobrol dengan pak Kabid menjelaskan komunikasinya dengan pihak tol. Katanya untuk pembayaran lahan itu sekitar tiga bulan. Waktu itu sekitar bulan Juli. Kalau dihitung tiga bulan kan artinya September harusnya sudah dibayar. Tapi sampe sekarang kita belum mendapatkan info lagi,” katanya, Jumat 11 Oktober 2024.
Ia mengaku, tidak dapat berkomunikasi langsung ke pihak PPK jalan tol untuk menanyakan hal tersebut karena tidak memiliki akses. Untuk itu, seluruh informasi biasanya berasal dari Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Janjusi.
“Informasi terakhir untuk harga sudah sepakat dua-duanya tinggal pembayaran. Cuman sampai sekarang belum ada informasi lagi sampai sekarang,” jelasnya.
Ia mengaku kondisi bangunan SDN Inpres Cikeusal semakin hari semakin memperihatinkan. Apalagi pasca bencana angin kencang dan hujan deras yang terjadi pada pekan lalu.
Ada banyak genteng yang berjatuhan akibat kondisi tersebut. Ia pun berharap agar Dindikbud Kabupaten Serang bisa datang ke sekolah untuk meninjau langsung.
“Bahkan bagian belakang itu list plangnya sampai jatuh karena tertimpa pohon ceri. Plang nama sekolah juga rusak itu yang didepan, mudah-mudahan dari pihak dinas yang menangani sekolah bisa survei ke sekolah sehingga bisa melihat langsung kondisinya sehingga bisa ada tindak lanjut,” ujarnya.
Ia berharap agar progres relokasi bisa dipercepat sehingga nantinya proses pembangunan bisa segera dilakukan. Sehingga nantinya relokasi bisa semakin cepat direlokasi.
“Kita inginnya segera, mudah-mudahan di tahun 2025 ini pembangunan bisa segera dilakukan, sehingga nanti di tahun ajaran baru kita bisa pindah ke sekolah yang baru,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











