PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyosialisasikan aplikasi Sustainable Development Goals (SDG’s) kepada operator desa se-Kabupaten Pandeglang. Jumlah operator yang mengikuti sosialisasi sebanyak 326 orang yang berasal dari 326 desa dan 35 kecamatan di Pandeglang.
Aplikasi SDG’s ini diluncurkan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Kepala Bappeda Kabupaten Pandeglang Sutoto mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Desa.
“Bahwa dalam penyusunan RPJMDesa itu harus mengacu pada SDG’s desa. Dan di Kabupaten Pandeglang ada 93 desa belum input SDG’s desa,” katanya di Mutiara Carita Cottages, Rabu, 30 Oktober 2024.
Serta ada dua desa yang sudah selesai menginput 100 persen SDGs desa. Yaitu Desa Gerendong, Kecamatan Koroncong dan Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi.
“Tetapi hasilnya masih di bawah 50 persen. Capaian SDG’s Kabupaten Pandeglang itu hanya mencapai 44 persen,” katanya.
Artinya, Sutoto menerangkan, capaian SDG’s masih di bawah 50 persen.
“Maka kita targetkan ke depan sampai 2030, pembangunan ini fokusnya di desa. Yaitu menjadi desa tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, desa yang sehat, desa berkualitas sampai dengan pendidikan berkualitas dan lingkungan yang sehat,” katanya.
Nanti ada 18 aspek tujuan pembangunan yang sekarang itu fokus di desa. Di antaranya aspek ekonomi, kesejahteraan sosial, pendidikan, kesehatan, lingkungan serta tata kelola pemerintahan.
“Dan sekarang mau dimaksimalkan melalui programnya pusat karena sudah selaras, kemudian provinsi, sampai kabupaten dan desa mendukung pembangunan pada SDG’s,” katanya.
Editor: Mastur Huda











