SERANG,RADAR BANTEN.CO.ID-Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menggelar deklarasi sekolah Pelestari Budaya Seni Silat Terumbu Banten yang bertempat di Lapangan Olahraga SMPN 16 Kota Serang, Selasa 29 Oktober 2024.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendbud) Kota Serang, Tb. Suherman mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, SMPN 16 Kota Serang bisa menjadi role model untuk sekolah-sekolah yang ada di kota Serang dalam menerapkan kearifan budaya lokal di Banten.
Selain pencak silat terumbu, kata Suherman, masih banyak lagi jenis-jenis kearifan budaya lokal yang ada di Wilayah Provinsi Banten, khususnya di Kota Serang.
“Hasil cipta karsa budaya leluhur ini mesti dan harus dilestarikan keberadaannya supaya generasi muda mengetahui dan cinta akan budaya lokal nya,” kata Suherman
Menurut Suherman, Pemkot Serang dan Dispendbud akan mensupport penuh atas ide dan gagasan deklarasi pencak silat terumbu.
“Saya berharap kegiatan ini bisa diikuti oleh sekolah-sekolah baik tingkat SMP dan mungkin SD yang ada di Kota Serang ,” harap Suherman
Sementara itu, Kepala sekolah SMPN 16 Kota Serang, Deni Sopari mengatakan, terselenggaranya kegiatan ini adalah bukti dukungan penuh atas program pelestari budaya yang digagas pemerintah Kota Serang.
Selain deklarasi pelestarian pencak silat terumbu, kata Deni, pelestarian Bahasa Jawa Serang (Jaseng) juga akan terus dikuatkan, sehingga nanti generasi muda bisa mengenal dan mengetahui budaya leluhur Banten.
“Sebagai pelopor deklarasi sekolah pelestari budaya seni silat terumbu, tentunya kami SMPN 16 butuh dukungan dari seluruh unsur dan lapisan masyarakat,” katanya
Ia mengatakan, seni terumbu juga sudah masuk ekstrakulikuler pada muatan lokal dan wajib diikuti oleh seluruh peserta didik.
Menurutnya, seni terumbu memiliki filosofis untuk peserta didik masa depan agar berani, tanggungjawab dan tidak gentar menghadapi masalah.
“Dan ini sama dengan jargon SMPN 16 Kota Serang, yaitu masa depan harus lebih baik dari sekarang,” ucapnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











