PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Transaksi non tunai atau cashless di Pandeglang semakin meningkat.
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membuat masyarakat di Pandeglang terus beradaptasi. Kini, transaksi di wilayah ini sudah banyak dilakukan secara cashless atau digital.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informatika Sandi dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang Tb. Nandar Suptandar, Kamis 31 Oktober 2024.
Nandar mengatakan bahwa dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, survei terbaru menunjukkan sekitar 130 juta penduduk Indonesia sudah menggunakan media sosial. Menurutnya, penggunaan media sosial adalah salah satu bentuk awal literasi digital masyarakat.
“Selain itu, masyarakat di Kabupaten Pandeglang kini banyak yang menggunakan transaksi secara cashless,” ungkap Nandar.
Ia menjelaskan, pesatnya perkembangan teknologi ini membawa dampak positif dan negatif.
“Tinggal bagaimana kita bisa menggunakannya dengan baik dan benar,” ujarnya.
Di awal perubahan, masyarakat sempat kaget beralih dari pembayaran konvensional ke transaksi digital.
“Biasanya, bayar beli sesuatu itu secara langsung, sekarang pakai transaksi digital memang agak shock (kaget,-red) ya,” kata Nandar.
Namun, lanjutnya, kini masyarakat di Kabupaten Pandeglang dan Banten secara umum sudah mulai melek teknologi, termasuk pembayaran secara Cashlees atau digital.
“Kemarin, saya beli bubur ayam pakai aplikasi, ternyata penjualnya sudah siap dengan barcode untuk pembayaran non-tunai,” jelasnya.
Nandar menuturkan, sekitar 90 persen masyarakat Pandeglang kini telah menggunakan smartphone yang sudah dilengkapi dengan aplikasi pembayaran digital atau cashless.
“Namun, dengan pesatnya kemajuan teknologi, banyak juga muncul modus penipuan. Kita harus bisa memperkuat diri agar tidak mudah tergiur oleh iming-iming yang mencurigakan, karena semakin mudahnya transaksi keuangan juga membuat modus penipuan semakin meluas,” harapnya.
Editor: Bayu Mulyana











