SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lingkungan Asem Gede, RT 002, RW 009 telah menyulap lahan kosong menjadi sebuah taman, yang dihiasi berbagai tanaman sayuran, hingga apotek hidup.
Jalan masuk Lingkungan Asem Gede juga dihiasi dengan lukisan mural, hasil dari kreasi anak-anak muda di lingkungan tersebut. Kemudian, terdapat pula gardu pos ronda sebagai bentuk keamanan warga setempat.
Lurah Cimuncang, Umi Laysiah mengatakan, masyarakat di Lingkungan Asem Gede telah menyiapkan penataan lingkungan itu sejak Juni lalu.
“Terhitung dari bulan Juni sampai Agustus sudah kami lakukan pembersihan, seperti kerja bakti dan gotong royong bersama masyarakat,” ungkap Umi.
Menurut tim juri penilaian LKRA, Ati Rohayati, masyarakat Lingkungan Asem Gede ini memiliki keaktifan dalam gotong royong, untuk mempersiapkan LKRA tahun 2024 ini.
“Dari awal kita masuk mulai dari gang sempit sudah ada mural di tembok kanan kiri jalannya. Kemudian ada RTH yang awalnya hanya semak-semak dijadikan tempat berkumpul warga,” kata Ati.
Ati mengatakan, pada taman tersebut juga tampak dihiasi penuh tanaman sayuran, hingga tanaman obat-obatan.
“Ini termasuk kategori yang sangat bagus, yang baik. Mudah-mudahan masyarakat di sini bisa selalu menjaga lingkungan ini sampai nanti ada penilaian tertutup,” kata Ati.
Ati mengingatkan, agar masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungannya, dan merawat yang sudah dipersiapkan. Sehingga, ketika tim juri penilaian tertutup datang, penilaian pertama masih tetap bagus.
“Khawatir beberapa penilaian ketika penilaian awal bagus, tapi ketika juri tertutup itu masyarakat lupa dan tidak dirawat. Mudah-mudahan di Lingkungan Asem Gede ini tetap menjaganya,” ucap Ati.
Editor: Abdul Rozak











