SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang akan segera memasang alat penguat sinyal di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang blank spot atau kesulitan sinyal.
Hal itu dilakukan untuk memastikan agar pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara bisa berjalan dengan baik dan tanpa adanya kendala.
Sekretaris Diskominfosatik Kabupaten Serang, Dimas Panduasa mengatakan, berdasarkan data yang diterima dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang ada sebanyak 47 TPS yang terindikasi kesulitan sinyal.
Namun, setelah dilakukan pengecekan bersama dengan KPU Kabupaten Serang melalui sistem pmt.kominfo.go.id hanya ada tiga TPS yang benar-benar mengalami blank spot sementara sisanya baik.
“Dari 47 itu kita cek verifikasi melalui aplikasi PMT hanya tiga TPS yang blank spot yakni di TPS 6 Desa Pakuncen, Bojonegara, TPS 10 Desa Batukuwung di Kecamatan Padarincang dan TPS 1 Desa Ciomas di Kecamatan Ciomas,” ungkapnya, Senin, 25 November 2024.
Ia mengungkapkan untuk 44 titik lainnya yang sebelumnya masuk dalam zona susah sinyal berdasarkan data dari KPU, ternyata setelah dilakukan pengecekan masuk dalam kategori cukup dan baik.
“Ini artinya memang petugas TPS harus bisa mengidentifikasi provider yang kuat, itu yang harus digunakan. Karena di KPU juga ada anggaran untuk internet, semoga bisa dialokasikan ke sana,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, untuk tiga TPS yang masuk dalam kategori zona merah tersebut, pihaknya akan segera melakukan pemasangan alat penguat sinyal.
Pemasangan alat penguat sinyal akan dilakukan setelah TPS di wilayah tersebut berdiri.
“Kami sudah meminta nomor telepon ketua KPPS-nya, jadi nanti menyesuaikan dengan TPS. Untuk alat penguat sinyal sudah disiapkan, karena kalau TPS-nya belum ada kita khawatir hilang alatnya. Selain itu alat penguat sinyal juga butuh listrik dan lain-lain, sehingga kalau sudah ada TPS akan lebih mudah,” ujarnya.
Ia pun memastikan, pada saat waktu pemungutan suara nanti, tiga TPS yang masuk dalam zona merah akan teraliri oleh internet.
“Jadi nanti setelah selesai pemilihan, alat juga akan kita tarik kembali. Untuk alat ini disiapkan oleh pihak ke tiga,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











