• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Utama

Serangan Fajar Kerap Terjadi di Masa Tenang, Akademisi Minta APH Turun Tangan

Yusuf Permana by Yusuf Permana
Senin, 25 November 2024 10:48
in Utama
Serangan Fajar Kerap Terjadi di Masa Tenang, Akademisi Minta APH Turun Tangan

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Money politik atau politik uang berupa ‘Serangan Fajar’ kerap terjadi di setiap momentum pemilihan seperti pada masa tenang. Hal itu diungkapkan oleh Akademisi sekaligus Pengamat politik dan kebijakan publik dari Koordinator Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Banten, Syaeful Bahri.

Ia menyebut jika serangan fajar ini menjadi salah satu kerawanan yang kerap terjadi di masa tenang Pilkada. Dirinya menganggap jika hal ini telah menjadi menjadi boroknya demokrasi di tanah air ini. Yang mana, setiap perhelatan pesta demokrasi kerap diwarnai serangan fajar yang bertujuan memengaruhi pilihan pemilih.

RelatedPosts

Kasus Kekerasan di Tangsel Capai 321 Laporan, KDRT Terbanyak

Kasus Kekerasan di Tangsel Capai 321 Laporan, KDRT Terbanyak

Kamis, 8 Oktober 2026 09:01
Kuliah Kansas (Seri 2-Habis)

Kuliah Kansas (Seri 2-Habis)

Kamis, 8 Oktober 2026 07:56
Penambangan tanah urug ilegal

Polda Banten Selidiki Dugaan Penambangan Tanah Urug di Kasemen

Kamis, 8 Oktober 2026 07:08
Pada Mulanya, Provinsi Banten

26 Tahun Mencari Format Pusat–Daerah: Menjaga Nafas Desentralisasi di Banten

Rabu, 7 Oktober 2026 17:49

“Ini menjadi bagian dari fakta politik Indonesia bahwa money politik ini  betul betul dihilangkan dari pesta demokrasi. Apalagi menjelang pemilihan, serangan-serangan fajar sudah seperti menjadi budaya,” ujar Syaeful, Minggu 24 November 2024.

Syaeful pun mencontohkan kontestasi Pemilu 2024 kemarin yang mana banyak ditemukan praktik money politik. Hal ini pun diakui oleh para legislatif yang terpilih kemarin, di mana 90 persen dari mereka mengaku jika masyarakat mengharapkan adanya kovensasi untuk memilih mereka. 

“Mayoritas dari 8 juta pemilih di Banten ini, mayoritasnya menerima money politik. Mereka menyebutnya sebagai sedekah Pilkada, bahkan banyak diantaranya yang malah menagih sedekah ini ke tim sukses (timses) paslon,” ucapnya. 

“Padahal mereka juga kerap dikasih transport kalau ikut  aktivitas kampanye paslon,” sambungnya.

Syaeful pun memandang jika money politik atau pun serangan fajar ini menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pemilih. Sebab, pemilih di Banten terkenal dengan sifat pragmatisme nya. Padahal hal seperti ini tidak boleh dibiarkan, harus segera ditindaklanjuti. 

Karena, sifat pragmatis dengan memilih paslon berdasarkan nilai serangan fajar, ukan dari ide dan gagasan akan berdampak buruk bagi demokrasi dan juga keberlangsungan Pemerintahan ke depan. Belum lagi, juga soal ongkos politik yang mahal.

“Gerakan seperti terima uangnya tidak coblos orangnya itu sudah dilakukan, tapi yang masih sedikit itu tolak uangnya, tidak coblos orangnya. Itu mungkin hanya 5 persen dari total 8 juta pemilih se Banten,” ungkapnya.

Kondisi ini pun menjadi tantangan bagi pengawas dan penyelenggara pemilu, baik itu KPU, Bawaslu maupun APH yang tergabung dalam Gakkumdu. Ketegasan dari mereka pun ditunggu-tunggu, yang mana APH harus turun tangan menindak setiap pelaku money politik.

Syaeful juga berharap adanya peran dari masyarakat yang menolak dan bahkan melaporkan setiap aktivitas menyimpang yang bakal mencederai pesta demokrasi lima tahunan khususnya money politik ini.

“Kita berharap semua elemen untuk menghormati masa tenang ini dengan patuh, dengan tidak melakukan aktivitas kampanya apapun baik itu secara langsung maupun di media sosial,” tuturnya.

“Jangan sampai ada kampanye-kampanye terselubung atau serangan fajar. Kalau pun mendapatkan adanya penyimpangan itu, kami harap masyarakat dapat melaporkannya kepada pihak terkait. Mari jaga pesta demokrasi ini sebagai Pilkada yang demokratis, jujur dan bersih,” tandasnya.

Editor: Bayu Mulyana

Tags: akademisikampanye terselubungmasa tenangpemungutan suarapilgub banten. Bawaslu bantenpilkada bantenPilkada Banten 2024syaeful bahri
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Masa Tenang Rentan Dicurangi

Next Post

Transfer Mudah Setor Murah, Brilink BRI Permudah Masyarakat Prabumulih Setor-Tarik Tunai

Next Post
Transfer Mudah Setor Murah, Brilink BRI Permudah Masyarakat Prabumulih Setor-Tarik Tunai

Transfer Mudah Setor Murah, Brilink BRI Permudah Masyarakat Prabumulih Setor-Tarik Tunai

PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Pusat, Pemprov Banten Alihkan Anggaran untuk Pembangunan

PPPK Paruh Waktu Dialihkan ke Pusat, Pemprov Banten Alihkan Anggaran untuk Pembangunan

Rabu, 7 Oktober 2026 06:30
Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Beroperasi Normal Mulai Desember 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 09:16
Benyamin Lantik 55 PNS Baru

Benyamin Davnie Lantik 55 PNS Baru di Lingkungan Pemkot Tangerang Selatan

Rabu, 7 Oktober 2026 12:41
Kebakaran Pengadilan Tinggi Agama Banten

Kebakaran Hebat Melanda Pengadilan Tinggi Agama Banten, Satu Pegawai Terjebak Kobaran Api

Rabu, 7 Oktober 2026 13:39
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Selasa, 17 Maret 2026 13:06
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Achmad Dimyati Natakusumah

Meriahkan HUT Ke-26 Banten, Wagub Dimyati Jadikan Catur Cerminan Kerja Birokrasi

by Fahmi
Kamis, 8 Oktober 2026 09:04
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai permainan catur sarat akan filosofi yang relevan dengan kehidupan,...

Kasus Kekerasan di Tangsel Capai 321 Laporan, KDRT Terbanyak

Kasus Kekerasan di Tangsel Capai 321 Laporan, KDRT Terbanyak

by Syaiful Adha
Kamis, 8 Oktober 2026 09:01
0

KOTA TAMGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mencatat 321 laporan kasus...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.