PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID- Aldiansyah, seorang pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kampung Cicalung, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, menyuarakan keluhannya terkait minimnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan pengusaha kecil seperti dirinya.
Bergerak di bidang produksi tepung mokaf, Aldi mengungkapkan bahwa selama ini ia belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik daerah maupun pusat, untuk mendukung usahanya. Ia hanya mengandalkan semangat dan potensi singkong lokal yang besar untuk menjalankan usahanya.
“Selama ini usaha ini hanya mengandalkan semangat saja. Potensi singkong di sini besar, tapi saya jalan sendiri tanpa bantuan,” ujarnya, Kamis (28/11).
Kendala utama yang dihadapi Aldiansyah adalah keterbatasan alat. Hingga saat ini, ia masih menggunakan peralatan manual untuk mencacah singkong, yang memakan waktu dan tenaga. Hal ini menghambat upaya meningkatkan volume produksi.
“Yang pertama, alat yang digunakan masih manual. Singkongnya harus diserut satu per satu,” jelasnya.
Aldi menambahkan, keterbatasan dana menjadi alasan utama ia belum mampu membeli mesin pencacah singkong. Padahal, mesin tersebut akan sangat membantu meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produknya.
“Kalau ada mesin pencacah, pasti akan lebih cepat,” imbuhnya.
Aldi berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang dapat memberikan perhatian lebih kepada pelaku UMKM yang serius mengembangkan usaha mereka. Bantuan berupa alat atau pelatihan akan sangat berarti dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan usaha kecil.
“Harapannya ke depan ada bantuan, terutama mesin pencacah. Selama ini belum ada perhatian dari pemerintah,” tutupnya.
Editor : Merwanda












