LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Area persawahan seluas 252,7 hektare yang sudah mulai ditanami padi di Kabupaten Lebak terendam banjir.
Ratusan hektare sawah yang terendam banjir itu tersebar di sembilan kecamatan yaitu Kecamatan Cibadak 20 hektare, Rangkasbitung 1,5 hektare, Bojongmanik 22 hektare, Cirinten 15 hektare, Kalanganyar 44 hektare, Cimarga 6 hektare, Bayah 10,2 hektare, Cijaku 38 hektare dan Banjarsari 83 hektare. Rata-rata usia tanam padi 2 sampai 40 hari.
“Ya, potensi kerugian ada aja, bisa mencapai Rp6 miliar tapi masih kita lakukan penghitungan dan pendataan . Angka itu bila rata-rata profitabilitas perhektar sawah di Lebak itu sekitar 6 ton GKG. Jika harganya gkp perkilogram itu Rp4 ribu, jadi perhektar itu bisa rugi mencapai Rp24 juta,” kata Kepala Dinas Pertanian Lebak Rahmat, Selasa 10 Desember 2024.
Mantan camat Cibadak ini mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pendataan area sawah yang telah ditanami padi terendam air banjir.
“Tentunya, kita berharap tanaman padi milik petani dapat diselamatkan. Rata-rata usia tanam padi 2 sampai 30 hari,” ujar mantan Camat Gunungkencana ini.
Dia mengatakan, untuk meminimalisir kerugian yang ditanggung oleh petani secara langsung, mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak provinsi maupun pemerintah pusat jika terjadi puso untuk meminta bantuan benih.
“Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mendapatkan bantuan benih pada lokasi terdampak,” tandasnya.
Terpisah Camat Cijaku Cece Sahroni membenarkan puluhan hektar area pesawahan milik petani di daerahnya terndam banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Kalau tidak salah ada 4 desa pesawahan yang telah ditanami padi terendam banjir. Ciapus, Kapunduhan, Cihujan dan Kandangsapi,” kata Cece.
Repoeter: Nurabidin
Editor: Aditya











