PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Penyewaan camping ground biasanya menjadi pilihan favorit wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Namun, hal berbeda terjadi di objek wisata Lembur Kula yang berlokasi di Desa Pasirpeuteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.
Hal itu diungkapkan Ade Kardiana owner Lembur Kula. Menurutnya bahwa penyewaan reservasi camping ground di libur Nataru kali ini menurun, jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
“Untuk Gunung Karang sendiri yang saya perhatikan ya dari mulai tanggal 25 sampai mau pergantian tahun baru tidak begitu ramai dibandingkan dengan tahun 2023 kemarin,” ungkapnya, Minggu 23 Desember 2024.
Ade Kardiana mengatakan, bahwa reservasi camping ground di tempat wisata tersebut mengalami penurunan hingga 30 persen selama libur akhir tahun atau Nataru.
Meski terjadi penurunan, Ade menyebut sudah ada dua kelompok yang memesan camping ground untuk malam pergantian tahun.
“Tetap ada, cuma enggak terlalu ramai, kelihatan dari lalu lalang mobil di jalan. Untuk tahun ini sudah ada dua kelompok yang booking, satu dari Merak dan satu lagi dari Pandeglang Selatan,” katanya.
“Kalau tahun lalu saat malam pergantian tahun bisa sampai 100 orang, tahun ini baru sekitar 40 orang,” sambungnya.
Ia menjelaskan, Lembur Kula menawarkan berbagai fasilitas menarik untuk pengunjung, mulai dari WiFi, kamar mandi, coffee shop, hingga tenda camping ground. Tak hanya itu, pengunjung juga disuguhi pemandangan alam yang menawan.
Ade Kardiana menjelaskan bahwa sistem reservasi di Lembur Kula memerlukan pembayaran uang muka (DP) atau pelunasan pada hari H sebagai bentuk komitmen.
“Reservasi bisa dilakukan melalui Instagram kami di @lemburkulaofficial. Saya harap pengunjung yang sudah memesan tanggal bisa berkomitmen. Jika ada pembatalan, DP yang sudah dibayarkan akan hangus,” jelasnya.
Selain itu, Ade mengingatkan pentingnya menjaga etika selama berada di area camping ground.
“Kita tetap harus sopan santun dan menghargai alam sekitar. Misalnya, tidak boleh bakar-bakaran sembarangan karena kami sudah menyediakan tempat khusus,” ujarnya.
Meski fasilitasnya lengkap, Ade mengakui akses jalan menuju Lembur Kula masih menjadi tantangan besar, terutama karena kurangnya penerangan jalan umum (PJU).
“Harapannya, pemerintah setempat bisa mendukung perbaikan akses jalan dan penerangan. Ini sangat penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan,” tuturnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











