PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang mencatat adanya kenaikan jumlah pengguna angkutan bus selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.
Kasi Pengelolaan Terminal pada Dishub Pandeglang, Suhaedi mengatakan bahwa lonjakan ini terjadi akibat meningkatnya mobilitas masyarakat untuk berlibur atau pulang kampung.
“Untuk per hari peningkatan jumlah penumpang naik sebanyak 70 orang dan turun penumpang sekitar ada 80 orang kalau diakumulasi kurang lebih sebanyak 140 orang dari lima hari setelah Nataru dan sebelum Nataru, ada peningkatan artinya kalau hari biasa yang berangkat dari labuan paling 15 orang sampai 20 orang,” ungkapnya, Kamis 2 Januari 2025.
Dia menyebutkan dari lima hari sebelum Nataru bahkan setelah Nataru trend-nya cukup penuh. Bahkan banyak penumpang yang terpaksa berdiri di dalam bus karena tak kebagian kursi.
Ia menjelaskan, tren penumpang bus di wilayah Banten meningkat signifikan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Bahkan, banyak penumpang terpaksa berdiri di dalam bus karena tak kebagian kursi.
“Tren-nya cukup penuh, terutama lima hari sebelum dan sesudah Nataru. Banyak penumpang yang akhirnya berdiri karena kursi sudah penuh,” jelasnya.
Ia mengatakan, lonjakan ini terjadi karena banyak penumpang memilih transportasi umum seperti bus dibandingkan kendaraan pribadi. Alasan utama adalah kepraktisan dalam perjalanan, terutama bagi mereka yang hanya ingin singgah sebentar di kampung halaman.
“Penyebab utamanya mungkin karena praktis. Misalnya, dari Jakarta ke Menes atau Labuan, mereka hanya sebentar berkunjung ke keluarga,” katanya.
Ia juga menyebutkan tren ini berbeda dari tahun sebelumnya, di mana lebih banyak masyarakat menggunakan kendaraan pribadi.
“Tahun lalu, mayoritas menggunakan kendaraan pribadi. Sekarang lebih banyak yang pilih bus,” ujarnya.
Ia menuturkan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menambah armada bus. Kewenangan tersebut berada di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Banten.
“Kami hanya bisa berkoordinasi dengan UPT Terminal Tarogong terkait jumlah armada yang disiapkan untuk Nataru. Penambahan armada itu kewenangan Kementerian Perhubungan,” tuturnya.
Selama libur Nataru, pihaknya mendirikan posko yang disiapkan Provinsi Banten maupun kementerian di beberapa terminal seperti Kadubanen, Cigadung, dan Mengger. Posko ini bertujuan memastikan kelancaran arus penumpang.
“Alhamdulillah Nataru berjalan lancar. Kami sudah mempersiapkan kebersihan, keamanan, dan pengaturan lalu lintas, terutama di terminal Kadubanen yang berhadapan langsung dengan jalan nasional,” tandasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











