LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Sulitnya akses jalan di Desa Kumpay, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, memaksa warga menandu pasien menuju rumah sakit di Pandeglang. Kondisi ini dialami Rumbiah, seorang warga Kampung Cipakamal yang menderita komplikasi penyakit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radarbanten.co.id pasien yang ditandu warga bernama Rumbiah, pasien mengalami sakit parah sejak tiga bulan lalu dengan keluhan penyakit komplikasi, mulai dari lumpuh hingga sesak pernafasan. Diketahui aksi menandu pasien yang dilakukan sejumlah warga itu pada Hari Rabu 22 Januari 2025 selepas waktu magrib.
Warga terpaksa menggunakan kain sarung dan batang bambu untuk menandu pasien sejauh dua kilometer hingga ke jalan raya, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.
“Perjalanan dari rumah pasien ke jalan raya membutuhkan waktu sekitar 50 menit, dengan melewati jalan kecil, hutan, dan jembatan gantung sempit,” kata Ketua RT Cipakamal, Marhani, Minggu 26 Januari 2025.
Sementara itu, Ketua RW 03 Desa Kumpay, Wahyu, menyebutkan bahwa kondisi jalan rusak parah dan sempitnya jembatan gantung membuat kendaraan roda empat tidak bisa melintas. “Kasus pasien ditandu seperti ini bukan hal baru. Warga sering menandu pasien hingga ke jalan raya sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan,” ungkapnya.
Wahyu menjelaskan, Desa Kumpay memiliki delapan RT dan dua RW yang masih terisolasi akibat minimnya infrastruktur. Meski ada jalur alternatif, jaraknya lebih jauh hingga puluhan kilometer dan sebagian besar jalannya juga rusak.
Rumbiah, pasien yang ditandu warga, awalnya direncanakan menjalani rawat inap di RS Pandeglang. Namun, keterbatasan biaya memaksa keluarga memilih pengobatan jalan. “Pasien kini sudah kembali ke rumah, dan saat pulang pun warga menandunya lagi,” tambah Wahyu.
Kondisi ini menjadi potret pilu sulitnya akses kesehatan di Desa Kumpay. Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jalan dan jembatan demi memudahkan akses masyarakat ke fasilitas kesehatan.
Editor: Abdul Rozak











