PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID–Kelompok 03 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STISIP Banten Raya menggelar acara nonton bareng (nobar) dan bedah film Pulau Plastik di Kantor Desa Sukajadi, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintah Desa Sukajadi, Keluarga Mahasiswa Cibaliung, unsur dan tokoh masyarakat setempat, serta pelajar dari SMAN 5 Pandeglang.
Acara dibagi dalam dua sesi, yakni pemutaran film dan diskusi bedah film yang dipandu oleh Fahrurozai. Dalam sesi diskusi, hadir narasumber dari Greenpeace, yakni Team Leader Ocean Defender, Fajar Sarik.
Ketua Pelaksana, Dadan Sopyan Sori, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat soal bahaya plastik yang tak kunjung terurai.
“Soalnya dari film ini kita bisa lihat jelas bahwa plastik itu musuh jangka panjang. Susah terurai, tapi gampang sekali merusak lingkungan. Nobar ini sebagai bentuk keberpihakan kami terhadap lingkungan, khususnya di Desa Sukajadi,” kata Dadan, pada Senin 27 Januari 2025.
Senada dengan itu, Ketua Kelompok 3 KKM, Mukhlas, menyoroti dampak plastik yang diam-diam masuk ke dalam tubuh manusia.
“Hampir tiap hari kita konsumsi micro plastik tanpa sadar. Efeknya? Bisa melemahkan sistem imun, merusak kesehatan. Jangan sampai Indonesia nanti punya generasi yang gampang sakit-sakitan gara-gara plastik,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Pemerintah Desa Sukajadi menyambut positif gelaran nobar dan bedah film Pulau Plastik yang diadakan Kelompok 3 KKM STISIP Banten Raya.
Perwakilan Pemdes Sukajadi, Endan Badrudin menyampaikan bahwa kegiatan ini bisa menjadi cara efektif untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, meski bagi sebagian anak muda film bertema lingkungan terkadang dianggap kurang menarik.
“Walaupun mungkin terkesan monoton di kalangan anak muda, film ini menyampaikan banyak nilai positif. Ini bisa jadi alternatif yang tepat untuk menyadarkan kita agar lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Endan berharap kegiatan seperti ini bisa terus bermanfaat bagi masyarakat Sukajadi.
“Sampah plastik bukan cuma bikin kotor, tapi juga merusak kesuburan tanah dan membahayakan ekosistem sungai maupun laut. Makanya, ayo kita sama-sama membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











