TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Strategi serangan balik cepat Fabio Lefundes gagal memutus rekor buruk Persita Tangerang melawan Persebaya Surabaya. Pendekar Cisadane tak mampu menundukkan Bajul Ijo di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu malam, 31 Januari 2025.
Misi Persita, menang melawan Persebaya. Itu karena lima laga terakhir yang dimainkan kedua tim, Persita tidak pernah menang.
Persebaya empat kali menang dan satu laga berakhir imbang. Pada era Liga 1, Persita belum pernah menang lawan Persebaya.
Persita harus puas hanya menahan imbang Persebaya 1-1 di lanjutan pekan ke-21 Liga 1 2024/2025.
Meskipun mampu unggul terlebuh dahulu, ketika laga baru berjalan 13 menit, Persita gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.
Gawang Persebaya jebol melalui skema sepak pojok. Tembakan Badrian Ilham sukses ke gawang Persebaya yang dijaga Ernando Ari.
Keunggulan pada babak pertama itu tak lepas dari strategi Fabio Lefundes yang dimainkan anak asuhnya.
Dari tribun Gelora Bung Tomo, Fabio menyaksikan bagaimana ramuannya untuk melawan Persebaya.
Fabio menerapkan serangan balik cepat, sekaligus pertahanan dengan memainkan tiga bek dalam diri Ryuji Utomo, Javlon Guseynov, dan Tamirlan Kozubaev.
Taktik Fabio itu juga mampu menciptakan beberapa peluang. Namun, hingga babak pertama usai, skor tidak berubah.
Persebaya mengubah permainan di babak kedua. Bajul Ijo lebih agresif.
Paul Munster tak mau timnya harus memperpanjang deretan kekalahan. Dia memasukkan beberapa pemain bertipe menyerang.
Strategi ini membuahkan hasil. Javlon Guseynov melakukan kesalahan. Bunuh diri pada menit ke-77.
Javlon Guseynov salah mengantisipasi peluang yang dibuat Slavko Damjanovic dari tembakan sudut lapangan. Kedudukan berubah imbang 1-1.
Balasan Persebaya tidak membuat Persita jadi lebih agresif, seperti babak pertama.
Pendekar Cisadane justru memainkan pola bertahan. Hanya sesekali melakukan serangam balik yang cukup mengancam pertahanan tuan rumah.
Skor imbang 1-1 tidak berubah hingga waktu injury time habis.
Hasil ini membuat Persita tetap berada di urutan ketujuh dengan raihan 32 poin dari 21 laga.
Kedudukan imbang ini juga membuat Persebaya gagal memperbaiki catatannya.
Dari empat laga terakhir, Persebaya selalu menelan kekalahan. Berturut-turut, tim asuhan Paul Munster itu dikalahkan oleh Bali United, PSS Sleman, Malut United, dan Barito Putera.
Editor : Aas Arbi











