LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Untuk mendeteksi secara dini kasus Tuberkulosis (TBC), ratusan warga Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, mengikuti program skrining kesehatan paru atau Active Case Finding yang diselenggarakan secara gratis oleh UPTD Puskesmas Warunggunung pada Jumat (31/1/2025).
Kepala UPTD Puskesmas Warunggunung, Subekti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menemukan kasus baru penderita TBC paru secara dini.
“Hari ini kami melaksanakan kegiatan Active Case Finding untuk menemukan kasus baru penderita TBC. Peserta yang hadir berasal dari enam desa di wilayah kerja Puskesmas Warunggunung, dengan target peserta sebanyak 170 orang,” kata Subekti saat ditemui di Puskesmas Warunggunung, Jumat 31 Januari 2025.
Subekti menambahkan bahwa program skrining ini sebelumnya telah dilaksanakan di 19 Puskesmas di Kabupaten Lebak, dengan target keseluruhan mencapai 3000 orang.
“Puskesmas Warunggunung adalah Puskesmas terakhir yang melaksanakan kegiatan ini. Kami diberi target 170 orang hari ini, dan kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sehingga target tersebut tercapai. Semoga dengan kegiatan ini, wilayah Puskesmas Warunggunung bisa terbebas dari penyakit TBC,” tambah Subekti.
Antusiasme warga yang mengikuti program ini sangat tinggi. Subekti mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya telah melakukan pemetaan di enam desa, dan meskipun target dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan hanya 170 orang, mereka tetap memaksimalkan kapasitas untuk mencapai target tersebut.
“Sebetulnya kami sudah menyiapkan target 250 orang, namun karena arahan dari Kementerian dan Dinas Kesehatan, kami hanya diberi jatah 170 orang. Namun, kami tetap berusaha semaksimal mungkin agar kegiatan ini berjalan sukses,” tuturnya.
Salah seorang peserta, Heni, mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya program skrining kesehatan paru secara gratis ini.
“Saya senang sekali ada kegiatan rontgen gratis ini. Saya datang dari Kampung Garura, Desa Sukarendah. Saya memiliki masalah dengan paru-paru, jadi kegiatan ini sangat membantu saya. Semoga hasilnya baik dan saya bisa segera sembuh,” ungkap Heni dengan penuh harap.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat segera mengetahui kondisi kesehatan paru mereka dan mendapatkan penanganan yang tepat sebelum penyakit TBC semakin parah.
Editor: Bayu Mulyana











