LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah terus berupaya memperbaiki sistem transportasi di wilayah Banten. Salah satu langkah besar yang dilakukan adalah mereaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan yang telah lama tidak beroperasi.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara kawasan di Banten dengan wilayah lainnya.
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jakarta akan melakukan tahap awal reaktivasi dengan memuali pembebasan lahan di tahun 2025 hingga 2026 di wilayah Lebak dan Pandeglang.
Jika selesai direaktivasi inilah 13 stasiun dan halte arah Labuan dimulai dari Stasiun Rangkasbitung, Warunggunung, Pasir Tangkil, Pandeglang (Kadomas), Kadukacang, Sekong, Cikadueun, Sodong, Kananga, Menes, Bojong Canar, Cirendeu, Cibama dan Labuan.
Kepala BTP Kelas I Jakarta Ferdian Suryo Adhi Pramono, menyampaikan terkait pegaktifan stasiun masih dalam tahap kajian oleh pihaknya.
“Terkait bangunan 13 stasiun, kami ada kajian juga terkait dengan hal tersebut, apakah secara efektifitas 13 stasiun itu akan di bangun keseluruhan atau tidak, yang kemarin sudah pasti akan di bangun kembali itu Warunggunung dan Pandeglang,” kata Ferdian kepada Radarbanten.co.id, Senin Februari 2025.
Ia menjelaskan, terkait dengan jumlah stasiun dan halte akankan masih sama dengan dulu, akan dilihat dari segi perangkat dan fasilitas.
“Kalo stasiun lain yang berbentuk halte dan lainnya, itu akan kita lihat juga dari sisi dimen dan lainnya, karena kita harus berbiacara dengan perangkat dan fasilitas alat operasinya,” terangnya.
Ferdian menambahkan, jika ada rencana ada pembangunan halte sebanyak apapun menurutnya tidak ada masalah.
“Kalo dulu mungkin, sebenarnya kalo singel track, mau di bangun halte sebanyak apapun, selama kereta belum terlalu banyak, ya gampang-gampang saja,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











