PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tiga kapal pesiar asing berlabuh di Perairan Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang yang masuk dalam Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Tiga kapal pesiar tersebut membawa ratusan wisatawan mancanegara (Wisman) yang ingin melihat pemandangan alam di dua pulau tersebut.
Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Ardi Andono mengatakan, kawasan TNUK kembali menjadi daya tarik wisata internasional. Selama tiga bulan terakhir, TNUK kedatangan tiga kapal pesiar yang membawa total 300 wisatawan mancanegara.
“Alhamdulillah, tiga bulan terakhir, yakni November, Desember 2024, dan Januari 2025 kita kedatangan wisatawan mancanegara. Totalnya ada 300 lebih. Mereka turun dari kapal pesiar dan berkunjung ke sini,” katanya kepada Radar Banten melalui sambungan telepon selularnya, Senin 3 Februari 2025.
Dia menjelaskan, kapal pesiar pertama yang berlabuh dengan nama lambung Le Jasques Carter. Ini merupakan Kapal Pesiar bermuatan 146 orang wisatawan mancanegara dan berlabuh di Perairan Pulau Handeuleum.
“Lalu perjalanannya dilanjutkan mengunjungi Pulau Peucang. Kunjungan itu di November 2024,” ungkapnya.
Selanjutnya, pada Desember 2024, Kapal Pesiar kedua Coral Expedition yang bermuatan dua orang WNI dan 38 wisatawan mancanegara juga berlabuh di Pelabuhan Pulau Peucang.
“Kemudian pada Januari 2025, kapal pesiar ketiga berbendera Prancis MV. Le Laperouse bermuatan satu orang WNI dan 152 orang wisatawan mancanegara melakukan cruising trip di Taman Nasional Ujung Kulon. Untuk melakukan berbagai kegiatan wisata alam,” ungkapnya.
Para wisatawan dari berbagai negara ini menikmati keindahan Pulau Peucang dan Pulau Handeuleum. Kedua Pulau itu masuk dalam dua destinasi utama di Kawasan Konservasi Taman Nasional Ujung Kulon.
“Pulau Peucang di kenal dengan pantainya pasir putih, air lautnya yang jernih, serta keanekaragaman hayati. Sedangkan Pulau Handeuleum menawarkan pengalaman yang unik berupa hutan mangrove yang asri,” terangnya.
Ardi mengatakan, pihaknya menyambut baik kedatangan kapal pesiar ini. Hal itu menunjukan bahwa Taman Nasional Ujung Kulon semakin dikenal dunia sebagai destinasi ekowisata.
“Kami juga memastikan aktivitas ini dilakukan dengan mematuhi aturan konservasi,” tegasnya.
Dengan semakin tingginya minat wisatawan internasional, pihak pengelola TNUK akan terus mengupayakan pengelolaan wisata yang berkelanjutan. “Dan menjaga keseimbangan antara konservasi dan pariwisata,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang Rahmat Zultika menyambut baik kunjungan wisatawan mancanegara ke Kabupaten Pandeglang, khususnya kawasan TNUK.
“Selain TNUK, obyek wisata yang sering dikunjungi wisatawan mancanegara, yakni Tanjung Lesung dan Kawasan Pantai Carita,” tukasnya.
Editor: Mastur Huda











