LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mendukung proyek reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan. Rencana ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung perekonomian lokal, dan memberikan kemudahan transportasi bagi masyarakat.
Reaktivasi jalur kereta api ini dinilai penting untuk mengurangi kemacetan di jalur darat serta memberikan alternatif transportasi yang efisien. Jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan yang terhenti operasionalnya sejak 1982 akan diperbaiki dan diaktifkan kembali.
Asda II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Lebak Ajis Suhendi menyatakan, mendukung reaktivasi yang dilakukan Dirjen Perkeretaapian.
“Pemda tentu menyambut baik dan siap support terkait rencana ini. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” kata Ajis kepada Radar Banten, Senin 3 Februari 2025.
Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menunggu komunikasi dengan PT KAI terkait program tersebut. Karena, tim dari pusat sudah beberapa kali melakukan peninjauan ke daerah.
“Kami belum monitor, harapan kami ini bisa berjalan dengan lancar sesuai rencana, karena dengan adanya reaktivasi ini aksesibilitas ke daerah akan semakin beragam dan mudah,” ucapnya.
Pemkab Lebak juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan PT KAI dan instansi terkait untuk memastikan proyek ini berjalan lancar, dengan memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan.
Sementara itu, Kepala BTP Kelas I Jakarta Ferdian Suryo Adhi Pramono, menyampaikan, dalam reaktivasi tersebut, Stasiun Warunggunung akan di bangun kembali.
“Yang pasti akan dibangun kembali itu Warunggunung dan Pandeglang. sehingga ini yang akan menjadi kajian kami,” kata Ferdian.
Ia menambahkan, tahun 2029 kereta dari Rangkasbitung hingga Pandeglang sudah bisa digunakan masyarakat.
Dukungan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya juga menjadi kunci keberhasilan reaktivasi jalur kereta api ini. Rencananya, proyek reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan akan dimulai pada 2025 dan ditargetkan selesai 2029.
Editor: Mastur Huda












